BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 430 mahasantri Ma’had Al Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mengikuti prosesi Takrim al-Najihin, Haflah Al-Takharuj dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) KH Ahmad Hanafiah, Minggu (7/6/2026).
Mewakili Rektor UIN RIL, Wakil Rektor Bidang III Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Bambang Budiwiranto, Ph.D., berpesan agar para lulusan tidak berhenti pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya menghafal Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai standar hidup kita. Menjadi living Quran yang mewarnai akhlak, perilaku, dan cara kita berinteraksi dengan masyarakat,” pesan Bambang.
Menurutnya, pembinaan di Ma’had Al Jami’ah tidak semata bertujuan meningkatkan kemampuan keagamaan mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Mahasiswa, kata Bambang, perlu memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, akhlak, dan kedisiplinan.
“Pada dasarnya tujuan ma’had adalah pembiasaan diri agar mahasiswa memiliki karakter yang baik. Tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi para mahasantri yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, khususnya Juz 30. Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi yang patut dibanggakan karena tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan dan kemampuan serupa.
Bambang menilai keberadaan Ma’had Al Jami’ah menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan perguruan tinggi keagamaan yang tidak hanya mampu menghadapi persoalan akademik, tetapi juga memiliki kapasitas spiritual dan keagamaan yang dibutuhkan masyarakat.
Selain kecerdasan akademik, ia mengingatkan para lulusan mengenai pentingnya kemampuan sosial dan emosional. Menurutnya, keberhasilan seseorang dalam kehidupan maupun dunia kerja tidak semata ditentukan oleh indeks prestasi, tetapi juga oleh sikap dan kemampuan membangun hubungan dengan orang lain.
“Banyak orang diterima di mana-mana bukan semata karena kecerdasannya, tetapi karena attitude dan kemampuan sosialnya yang baik,” katanya.
Bambang juga menekankan agar tradisi positif yang telah dibangun selama berada di lingkungan ma’had tetap dilanjutkan ketika para lulusan kembali ke kampus dan masyarakat.
Ia berharap para lulusan mampu menjadi teladan sekaligus membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial, akademik maupun profesional.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan motto UIN Raden Intan Lampung, ber-ISI, yakni Intellectuality, Spirituality, and Integrity.
Adapun 430 peserta yang mengikuti prosesi Takrim al-Najihin terdiri dari 15 mu’allim dan mu’allimah purnatugas, 69 wisudawan Program Takharruj Semester 4, 184 wisudawan Program Takharruj Semester 2, serta 162 wisudawan Tahfidz Al-Qur’an.(Rls)








