TAIPEI, Jelajah.co – Sebanyak 60 pemuda tani asal Indonesia resmi menyelesaikan program magang pertanian dan peternakan internasional dalam acara Graduation Ceremony Foreign Young Farmer Batch 7 yang digelar di Hotel Caesar Park Taipei, Taiwan, Selasa (20/10/2026).
Dari total peserta yang lulus, sebanyak 34 orang memperoleh kesempatan melanjutkan kontrak kerja profesional selama satu tahun di Taiwan. Salah satunya Teuku Musrian, peserta asal Provinsi Aceh.
Sementara itu, 26 peserta lainnya akan kembali ke Indonesia untuk menerapkan pengetahuan dan teknologi pertanian modern yang diperoleh selama mengikuti program tersebut.
Dalam acara pelepasan, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Ruth Evelin Pasaribu, mengapresiasi perkembangan para peserta selama satu tahun menjalani program di Taiwan.
Ia mengenang bagaimana para peserta awalnya merasa gugup saat pertama kali tiba di Taiwan, tetapi kemudian tumbuh menjadi pribadi yang memiliki pengalaman dan ikatan emosional dengan lingkungan tempat mereka belajar dan bekerja.
Peserta yang kembali ke Tanah Air diharapkan dapat membagikan pengetahuan dan teknologi modern kepada kelompok tani di daerah masing-masing. Adapun peserta yang melanjutkan kontrak kerja di Taiwan diingatkan untuk menjaga integritas serta nama baik Indonesia.
Pesan mengenai profesionalisme juga disampaikan perwakilan mitra industri atau host farmer dari Mao Lin Poultry, peternakan ayam petelur modern di Changhua.
Dalam sambutannya, pihak peternakan menekankan bahwa keberhasilan mengelola usaha peternakan tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi otomatis, tetapi juga pada kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam merawat ternak.
Pengelolaan peternakan membutuhkan pemantauan rutin terhadap pola makan, kebersihan lingkungan, dan kesehatan hewan. Komunikasi yang proaktif serta kepatuhan terhadap prinsip kesehatan dan keselamatan kerja (K3) juga menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari.
Perwakilan peserta Batch 7, Nugie Setiawan, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan belajar dan bekerja di Taiwan. Ia mengungkapkan bahwa para peserta menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kendala bahasa dan perbedaan budaya hingga tuntutan fisik dan mental saat bekerja di peternakan sapi.
Menurut Nugie, pengalaman langsung di lapangan memberikan pelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga toleransi dalam lingkungan kerja multinasional, kerja sama tim, dan kepemimpinan yang rendah hati.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ministry of Agriculture Taiwan, Agricultural Technology Research Institute (ATRI), KDEI Taipei, serta para mentor dan pengelola tempat magang yang telah mendampingi para peserta.
Rangkaian acara berlangsung pukul 16.20 hingga 19.30 waktu Taiwan. Kegiatan meliputi pembukaan, sambutan, penyerahan sertifikat kelulusan, dan jamuan makan malam untuk mempererat hubungan antara peserta, penyelenggara, serta mitra industri.
Kelulusan 60 peserta tersebut diharapkan menjadi bekal untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian Indonesia. Para alumni diharapkan mampu membawa pulang pengalaman, kedisiplinan, dan pengetahuan teknologi modern untuk mendukung pengembangan pertanian dan peternakan di Tanah Air. (Mti)








