BARITO SELATAN, Jelajah.co — Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kecelakaan helikopter pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sungai Barito berakhir duka. Satu kru warga negara Indonesia (WNI), Yayan Supyansury, ditemukan meninggal dunia setelah sempat terjebak di dalam bangkai helikopter yang terbalik di perairan.
Sementara dua kru warga negara asing (WNA) berhasil selamat dalam kecelakaan helikopter water bombing ARC Helicopters VH-HGM yang terjadi di kawasan Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, di perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Minggu (8/11/2026).
Dua WNA yang dilaporkan selamat adalah Nugh Page N2.L dan Mick Betteridge, warga negara Australia. Sementara Yayan Supyansury ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Almarhum berhasil dievakuasi dari bangkai helikopter sekitar pukul 17.08 WIB, setelah sebelumnya berjam-jam berada di dalam badan helikopter yang tenggelam dan terbalik di sungai.
Helikopter tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan sekitar pukul 12.20 WIB saat menjalankan misi pengambilan air untuk pemadaman karhutla.
Dalam informasi awal yang diterima di lokasi, helikopter terbang rendah saat melakukan pengambilan air sebelum mengalami kehilangan daya angkat dan jatuh ke Sungai Barito.
Dua kru WNA berhasil diselamatkan warga yang berada di sekitar lokasi. Sementara Yayan sempat dinyatakan belum ditemukan hingga tim gabungan melakukan proses pencarian dan evakuasi.
Proses mengevakuasi almarhum menjadi salah satu tahapan paling sulit dalam operasi tersebut. Tim gabungan harus bekerja di tengah kondisi perairan Sungai Barito yang keruh serta bangkai helikopter yang berada dalam posisi terbalik.
Kendala utama saat proses evakuasi, tali pengaman di bagian dada almarhum masih tersangkut di dalam bangkai helikopter. Tim kemudian melakukan upaya pemotongan secara hati-hati agar korban dapat dikeluarkan.
Salah seorang warga Jenamas yang menyaksikan proses evakuasi, M. Rahul, ST, mengatakan jasad almarhum berhasil diangkat dari bangkai helikopter sekitar pukul 17.08 WIB.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, almarhum diangkat dari bangkai pesawat pada pukul 17.08 WIB,” ujarnya.
Sejumlah unsur turun langsung dalam operasi penyelamatan tersebut. Kapolsek Jenamas bersama jajaran Polri berada di lokasi sejak awal kejadian untuk mengamankan TKP.
Personel TNI melalui Koramil Jenamas turut membantu proses evakuasi, sementara pihak Kecamatan Jenamas melakukan koordinasi dengan warga dan tenaga medis dari Puskesmas Jenamas.
BPBD Barito Selatan mengerahkan personel serta perahu karet. Tim Basarnas Banjarmasin juga terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, termasuk upaya penyelaman dan penanganan tali pengaman korban.
Selain itu, unsur terkait di bidang perhubungan dan pengamanan alur sungai turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Dengan ditemukannya Yayan Supyansury, seluruh kru helikopter telah berhasil ditemukan. Kecelakaan tersebut menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga almarhum dan rekan-rekannya yang selama ini menjalankan tugas dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Warga Jenamas dan Tabatan yang sejak awal berada di lokasi juga ikut membantu proses penyelamatan sebelum tim gabungan tiba dan melakukan penanganan lebih lanjut.
Selamat jalan, pejuang karhutla. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (Abeh)








