• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Kamis, 24 September 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Aktivis Lingkungan Desak APH Selidiki Dugaan Pencemaran di TPAS Karangrejo Meski Sistem Pengelolaan Sudah Berubah

Redaksi by Redaksi
5 Agustus 2026
in Lampung
A A
Foto : Aktivis Lingkungan dari Komunitas Selingan Metro, Rahmad Syahrul. (Ist)

Foto : Aktivis Lingkungan dari Komunitas Selingan Metro, Rahmad Syahrul. (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

METRO, Jelajah.co – Peralihan sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo dari open dumping menuju controlled landfill dinilai belum dapat dijadikan tolok ukur bahwa persoalan lingkungan telah sepenuhnya selesai.

Di balik perubahan sistem tersebut, muncul desakan agar aparat penegak hukum (APH) melakukan penyelidikan terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang diduga masih berdampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan TPAS.

Desakan itu disampaikan Aktivis Lingkungan sekaligus Ketua Komunitas Selingan Metro, Rahmad Syahrul. Menurutnya, perubahan metode pengelolaan sampah patut diapresiasi sebagai langkah awal memperbaiki tata kelola persampahan.

BACA JUGA

DJP Bengkulu-Lampung Gelar Forum Konsultasi Publik Perpajakan, Serap Masukan Masyarakat

24 September 2026

Geger Proyek Dinas PU Mendarat di KPK; Nama Wali Kota Diseret

22 September 2026

Namun, perubahan teknis tersebut tidak boleh menutup ruang evaluasi terhadap dampak lingkungan yang diduga masih terjadi.

“Perubahan dari open dumping ke controlled landfill merupakan langkah maju. Tetapi perubahan sistem saja belum otomatis menghilangkan dampak lingkungan yang mungkin telah terjadi ataupun yang masih berlangsung. Karena itu perlu ada penyelidikan yang objektif agar masyarakat mendapatkan kepastian,” ujar Rahmad, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, masyarakat telah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan aktivitas TPAS Karangrejo. Oleh sebab itu, dugaan pencemaran udara berupa bau menyengat maupun potensi pencemaran terhadap tanah dan air perlu dipastikan melalui kajian ilmiah yang objektif.

Rahmad menilai keberhasilan pengelolaan TPAS tidak cukup diukur dari perubahan metode operasional semata, tetapi harus dibuktikan melalui peningkatan kualitas lingkungan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau memang hasil kajian ilmiah menunjukkan tidak ada pencemaran, tentu itu harus disampaikan secara terbuka. Sebaliknya, apabila ditemukan indikasi pencemaran yang memenuhi unsur pelanggaran hukum, maka proses penegakan hukum harus berjalan sesuai kewenangan yang dimiliki aparat,” katanya.

Ia menegaskan, penyelidikan tidak serta-merta berarti telah terjadi tindak pidana, melainkan merupakan langkah untuk memastikan fakta berdasarkan bukti ilmiah dan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, Rahmad mengapresiasi peran masyarakat sipil dan insan pers yang selama ini mengawal persoalan TPAS Karangrejo. Menurutnya, kontrol publik telah mendorong adanya pembenahan dalam tata kelola persampahan di Kota Metro.

“Tujuannya bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara bertanggung jawab sehingga hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat benar-benar terlindungi,” ujarnya.

Rahmad juga mendorong Pemerintah Kota Metro terus melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari pengelolaan air lindi, pengendalian gas metana, penataan zona timbunan sampah, hingga pemantauan kualitas udara, air, dan tanah secara berkala.

Ia menilai hasil pemantauan lingkungan tersebut perlu dipublikasikan secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi lingkungan di sekitar TPAS.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya klaim bahwa sistem sudah berubah, tetapi bukti bahwa kualitas lingkungan benar-benar membaik,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Metro maupun instansi terkait mengenai desakan penyelidikan yang disampaikan Komunitas Selingan Metro.

Previous Post

Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 412 Peserta dari 10 Kecamatan

Next Post

FOKAL Desak Kejati Usut Dugaan Skandal Aset Tanah 3 Hektare di Way Hui

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Barsel Expo 19–25 September Didukung Pihak Ketiga, Slank Dijadwalkan Tampil

14 September 2026

Wabup Khristianto Yudha Tegaskan Penegakan Disiplin ASN di Pemkab Barsel

7 September 2026

CV Vabinendra Production Siapkan 30 Stand Gratis untuk UMKM di HUT ke-67 Barsel

14 September 2026

Wabup Barsel Resmikan Resort GKE Kamatang Pamelum Buntok

29 Agustus 2026

Gedung Tiga Lantai RSUD Jaraga Sasameh Ditarget Rampung 2027, Pemkab Barsel Temui Wamenkes

16 September 2026

Kejari Barsel Naikkan Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU 2023–2024 ke Penyidikan

14 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.