• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 16 Agustus 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Atap Hijau Nusantara: Haram Pupuk Kimia !!!

Redaksi by Redaksi
31 Agustus 2024
in Lampung, Nusantara
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Lampung – Atap Hijau Nusantara (AHN) sebagai lembaga konservasi lingkungan hidup bersama dengan Dewan Rakyat Lampung (DRL) beri penyuluhan kepada kelompok tani. Penyuluhan pertanian terkait Ekologi Tanah dan air, berlangsung di Desa Bogorejo, Pesawaran, Sabtu (31/8/2024).

Direktur Atap Hijau Penta Peturun menyampaikan, penyuluhan ini juga untuk melatih petani dalam membuat pupuk organik dan membentuk Penyuluh Pertanian Lahan secara mandiri dibawah lembaga Atap Hijau Nusantara (PPL- AHN).

“Kami berharap, kawan-kawan petani tidak lagi ketergantungan pada pupuk kimia. Jadi, sudah bisa membuat pupuk secara mandiri, baik pupuk organik padat maupun pupuk organik cair,” ujarnya.

BACA JUGA

Warga Insana Utara Kirab Bendera Merah Putih 81 Meter Meriahkan HUT RI ke-81

16 Agustus 2026
Oplus_16908288

Pascagempa M7,7 NTT: 47 Tewas, Tim SAR Sisir Reruntuhan Cari Korban

16 Agustus 2026

Penambahan pengetahuan dan keterampilan ekologi tanah dan air pada akhirnya untuk konservasi lingkungan hidup ramah lingkungan. “Untuk mencapai Petani Pintar dan sejahtera” tegasnya

Pada kesempatan yang sama, Sekjend DRL Dicko Kurniawan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada Petani pentingnya ilmu tentang penanganan lahan.

“Pertemuan ini dihadiri sebanyak 30 orang yang sebagian besar menggantungkan hidup dari bertani dan bercocok tanam di ladang dan kawasan hutan,” ucapnya.

Pelatihan ini menghadirkan penyuluh pertanian Ir. Joko Pitoyo,  MSc Mikrobiologi sebagai pembina PPL-AHN. Jebolan Politeknik Negeri Lampung, juga Magister Mikro biologi Institut Teknologi Pertanian Bogor (IPB), menjelaskan konsep ekologi tanah, biopori, dan mempraktikkan pembuatan pupuk organik. Formulator pupuk organik dengan konsep multi mikroba dengan dasar Biologi Quantum.

“Pengembangan Mikroba dan Gelombang Quantum tergabung dalam resep Bio Astral. Hal ini, bagian untuk memperbaiki bumi tetap hijau, petani menjadi sejahtera”, tegas Joko

Menurut Joko, tanaman yang diberi pupuk kimia, efek samping bukan hanya kepada tanaman, tetapi juga ke tanah dan manusia yang mengkonsumsi hasil tanaman tersebut.

“Untuk itu, Atap Hijau Nusantara mengajak  petani menggalakkan pertanian organik mengharamkan Pupuk Kimia”, tambah Penta Peturun sebagai Direktur Atap Hijau Nusantara.

Previous Post

Gerakan Arus Bawah Lampung Nilai Pasangan Mukhlis-Sujadi Paling Relevan Pimpin Lampung

Next Post

DPRD Provinsi Lampung Diminta Selesaikan 5 Kasus Utama PT. SGC

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Warga Muara Malungai Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang, Sampaikan Protes Kondisi Jalan Rusak; PUPR Barsel Turunkan Alat Berat

8 Agustus 2026

Pemkab Barsel Pastikan Gaji PPPK Tetap Aman Ditengah Efisiensi

11 Agustus 2026

213 Pejabat Pemkab Barsel Dilantik, 111 Promosi dan 55 Mutasi

12 Agustus 2026

Ketua LPLHN Kalimantan Tengah Nanang Suhaimi Meninggal Dunia

18 Juli 2026

7 Bulan Hak Belum Dibayar, Eks Karyawan Tahan Unit Hauling Batubara di Barito Selatan

20 Juli 2026

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Tabak Kanilan, Diduga Akibat Truk Sawit Bertonase Tinggi

30 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.