• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Senin, 13 Juli 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Belanja Sekretariat DPRD Lampung Selatan Disorot, GASAK Desak KPK Audit Total Anggaran Rp36,3 Miliar

Redaksi by Redaksi
18 Februari 2026
in Lampung
A A
Share on FacebookShare on Twitter

LAMPUNG SELATAN, Jelajah.co — Dugaan pemborosan anggaran hingga indikasi penyimpangan serius mencuat di Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Selatan pada Tahun Anggaran 2024–2025.

Dewan Pimpinan Pusat LSM Gerakan Solidaritas Analisis Kebijakan (GASAK) secara terbuka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Tinggi Lampung untuk segera melakukan audit investigatif menyeluruh.

Sorotan utama tertuju pada belanja pengadaan barang dan jasa tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp36,395 miliar. DPP GASAK menilai terdapat pola pemecahan paket kegiatan menjadi ratusan kontrak yang diduga dilakukan secara sistematis dan berulang.

BACA JUGA

Gudang Diduga Jadi Penampungan Solar Subsidi di Bandar Lampung Disorot, APH Diminta Bertindak

12 Juli 2026

Alzier Dianis Geram, Kematian Gajah Indra Sang Pahlawan Hutan Way Kambas

11 Juli 2026

Anggaran perjalanan dinas menjadi perhatian paling tajam. Dengan nilai mencapai Rp21.404.045.050, kegiatan ini diduga dipecah ke dalam 15 item paket, memunculkan tanda tanya besar terkait urgensi, efektivitas, serta transparansi penggunaan dana publik tersebut.

Selain itu, belanja makanan dan minuman, jamuan tamu, serta rapat yang menghabiskan anggaran sekitar Rp1.996.515.000 juga disinyalir dipecah ke dalam ratusan kontrak. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pengondisian penyedia tertentu dan praktik pengadaan yang tidak sehat.

Tak berhenti di situ, belanja alat tulis kantor (ATK) senilai Rp923 juta, sewa sound system dan tenda Rp505 juta, bimbingan teknis (bimtek) Rp2,3 miliar, hingga belanja lembur sebesar Rp261 juta disebut menunjukkan pola serupa: paket dipecah, kontrak berulang, dan indikasi dominasi oleh penyedia yang sama.

“Jika pola pemecahan paket ini benar dilakukan secara sadar untuk menghindari mekanisme pengadaan yang lebih transparan dan kompetitif, maka patut diduga ada indikasi kuat pelanggaran hukum,” tegas pernyataan DPP GASAK.

LSM GASAK menilai kondisi tersebut berpotensi merugikan keuangan negara serta mencederai prinsip akuntabilitas dan efisiensi anggaran.

Mereka mendesak aparat penegak hukum tidak sekadar melakukan klarifikasi administratif, melainkan turun langsung melakukan audit investigatif total, termasuk menelusuri alur perencanaan, pemaketan, hingga realisasi anggaran.

Menurut GASAK, pengusutan menyeluruh diperlukan untuk memastikan apakah praktik tersebut sekadar kesalahan teknis atau telah mengarah pada dugaan persekongkolan dan penyalahgunaan kewenangan.

“Ini uang rakyat. KPK dan Kejati Lampung tidak boleh tutup mata. Semua pihak yang terlibat harus diperiksa agar terang apakah ada kerugian negara atau tidak,” tegas GASAK.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut, pihak redaksi Jelajah.co telah mencoba menghubungi Sekwan DPRD Lampung Selatan, namun tidak juga mendapatkan respon.  (Red)

Previous Post

Proyek Pengecoran Jalan 300 Meter di Paku, Kaliabang Tengah Diduga Abaikan K3

Next Post

BRI Kanca Manna Perkuat Fasilitas Pendidikan di Palak Siring, 8 Unit PC dan 100 Meja Belajar Diserahkan Melalui Program BRI Peduli TJSL

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Tikam Sepupu Saat Ritual Adat Wara, Pria di Barsel Diamankan Polisi

12 Juli 2026

DPP GASAK Desak Kejati dan BPK Audit Pengadaan Dinas Kominfo Pesisir Barat

16 Juni 2026

Pemkab Barsel Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan Dua Desa, Tim Verifikasi Segera Turun ke Lapangan

8 Juli 2026

ALAM Demo Kejati Lampung, Desak Dugaan TPPU Oknum Jaksa Diusut Transparan

10 Juli 2026

Warga Laporkan Dugaan Pemuatan Kayu Ilegal di Lokasi Sengketa Lahan Majundre, Aparat Diminta Tindak Lanjuti

10 Juli 2026
Oplus_16908288

Pos TNI AL Barsel Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Desa Kalahien

10 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.