Tanggamus, Jelajah.co – Harapan itu kini menggantung rapuh di bilik sempit berukuran 4×6 meter di Gang Raden Putra, RT 06, Kelurahan Pasar Madang, Kotaagung, Kabupaten Tanggamus. Di sanalah Yulyadi (43), seorang tukang ojek pasar yang dulu jadi tulang punggung keluarga, kini terbaring lemah melawan kanker tulang.
Yulyadi adalah anak dari Bapak Herman (76) dan Ibu Marinem (65). Selama ini, ia bekerja keras sebagai pengojek di Pasar Kotaagung untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia. Sang ayah pun sudah lama sakit-sakitan. Namun nasib berkata lain. Hidup yang selama ini diperjuangkannya harus terhenti sementara, sejak dokter di RS Muhammad Hoesin Palembang memvonisnya mengidap kanker tulang dan harus menjalani operasi.
Sejak itu, Yulyadi tak lagi mampu mengais rezeki. Justru kedua orang tuanya yang sudah renta, kini bergantian merawatnya dalam kondisi ekonomi yang kian memprihatinkan. Motor satu-satunya yang menjadi sumber penghasilan keluarga pun terpaksa dijual demi biaya pengobatan.
“Kami nggak punya uang. Tapi saya berharap anak saya bisa dioperasi secepatnya,” lirih suara Bapak Herman saat ditemui. Suaranya parau, matanya berkaca-kaca, menyimpan harapan yang terus ia genggam meski di tengah keterbatasan.
Lurah Pasar Madang, Mega Sari, SE, menyatakan keprihatinannya dan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membuka jalur bantuan.
“Kami akan segera membuka donasi dan mendampingi keluarga selama proses pengobatan berlangsung,” ujarnya, Selasa (3/6/25).
Yulyadi adalah potret nyata pemuda yang memperjuangkan hidup dalam sunyi. Di balik pintu rumah yang sederhana, tersimpan kisah pilu tentang harapan dan asa yang hampir padam. Kini, saatnya kita bergandengan tangan, memberi secercah harapan bagi sesama.
Bantu Yulyadi kembali berdiri. Lawan kanker tulang bersama.
Informasi & konfirmasi: WhatsApp Yulyadi di 0822-8162-6843
(Ant/Bad)







