• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Selasa, 27 Oktober 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Kalteng

Cegah Karhutla Berulang, Camat Karau Kuala Usulkan Sumur Bor, Embung hingga Sekat Bakar

Redaksi by Redaksi
27 Oktober 2026
in Kalteng
A A
Share on FacebookShare on Twitter

BARITO SELATAN, Jelajah.co – Camat Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Adriansyah, mengusulkan pembangunan sumur bor, embung, dan sekat bakar di sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia juga mendorong penguatan Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui dukungan peralatan pemadam agar penanganan kebakaran lebih cepat.

Usulan tersebut disampaikan Adriansyah dalam rapat penanganan karhutla di Buntok. Menurutnya, penanganan perlu dilakukan melalui dua strategi, yakni penguatan sarana pemadaman dalam jangka pendek dan pembangunan infrastruktur pencegahan untuk jangka panjang.

“Jangka panjangnya adalah kita mengusulkan pembangunan sumur bor, embung, dan sekat bakar di titik-titik rawan yang krusial saat ini seperti di Desa Malitin dan Desa Jange, serta di Kelurahan Bangkuang di bagian belakang Kampung Bangkuang,” ujar Adriansyah, Senin (26/10/2026).

BACA JUGA

Camat GBA Apresiasi PT MUTU dan PT KBP, Turunkan Alat Berat hingga Mobil Tangki Padamkan Karhutla

26 Oktober 2026

Kecelakaan Lalu Lintas di Kalteng Naik 10,4 Persen, Operasi Patuh Telabang 2026 Dimulai

26 Oktober 2026

Ia menjelaskan, kawasan tersebut didominasi belukar dan kebun rotan milik masyarakat yang rawan terbakar saat musim kemarau. Keterbatasan sumber air ketika kemarau menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman.

“Karena pada saat kemarau sumber air tidak ada, sehingga sekat bakar dan sumber air sangat penting untuk menghambat sebaran api,” jelasnya.

Untuk langkah jangka pendek, Adriansyah meminta penguatan MPA di seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Karau Kuala. Dukungan yang dibutuhkan meliputi mesin pemadam, alat pelindung diri (APD), dan perlengkapan pendukung lainnya.

“Jangka pendeknya adalah memperkuat MPA dengan men-support mereka sarana dan prasarana pemadam kebakaran, baik dari mesin, APD, dan lain-lain perlengkapan lainnya,” tambahnya.

Ia berharap dukungan sarana dan prasarana tersebut dapat direalisasikan tahun ini agar masyarakat lebih siap menghadapi kebakaran, sembari menyiapkan pembangunan infrastruktur pencegahan di kawasan rawan.

Adriansyah juga mengapresiasi dukungan PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dan PT Batubara Duaribu Abadi (BDA), beserta kontraktor kedua perusahaan, dalam penanganan karhutla di wilayah Karau Kuala, khususnya di Desa Janggi dan Malitin.

Menurutnya, bantuan perusahaan selama ini mencakup mobil tangki air (water tank), kendaraan pendukung, personel, serta konsumsi bagi tim yang melakukan pemadaman dan pendinginan titik api.

“Atas nama pimpinan pemerintah dan warga, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ucapnya.

Adriansyah berharap kolaborasi pemerintah, perusahaan, MPA, dan masyarakat terus diperkuat. Namun, upaya pencegahan juga perlu ditopang ketersediaan sumber air dan peralatan yang memadai agar penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada respons ketika api sudah muncul. (Abeh)

Previous Post

Camat GBA Apresiasi PT MUTU dan PT KBP, Turunkan Alat Berat hingga Mobil Tangki Padamkan Karhutla

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

PMI Asal Barito Selatan Dipulangkan dari Malaysia, BP3MI Ingatkan Warga Hindari Agen Ilegal

2 Oktober 2026

ASN Barsel Diminta Segera Pindah KTP, BKPSDM Ingatkan Batas Akhir Oktober

4 Oktober 2026

Dua Staf Bawaslu Mesuji Diamankan Polisi di Tubaba, PAJAN Desak Bawaslu Terbuka

2 Oktober 2026

Pencarian Berakhir Duka, Rehan 13 Tahun Ditemukan Meninggal di Gosong Iring Witu Buntok

1 Oktober 2026

UIN RIL Nobatkan Duta Raden Intan 2026

2 Mei 2026

Tapis dan Piil Pesenggiri: Menjahit Masa Lalu untuk Masa Depan Lampung

11 Agustus 2025
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.