Kota Bekasi, Jelajah.co — Pemuda Muhammadiyah resmi mengoperasikan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bekasi.
Dua unit dapur perdana di Jawa Barat tersebut berlokasi di SPPG Margahayu 05 (SMA YPI 45, Jalan Unisma No.40) dan SPPG Margahayu 06 (Kampung Rawa Semut, Margahayu, Bekasi Timur).
Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana di Kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia (Unisma), Kota Bekasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Program MBG ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.
Bendahara Umum Pemuda Muhammadiyah Kota Bekasi, Ilham Subagja, menyatakan bahwa kehadiran dapur MBG merupakan bentuk kontribusi nyata organisasi kepemudaan dalam mendukung program pemerintah.
“Program ini merupakan dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam pemenuhan gizi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut tidak berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan sebagai bagian dari kegiatan sosial yang bertujuan memberikan akses gizi yang layak bagi masyarakat.
Menurut Ilham, dapur MBG terbuka untuk masyarakat umum dan tidak terbatas pada kalangan internal Muhammadiyah.
Ia juga memastikan bahwa operasional dapur telah memenuhi standar perizinan, termasuk sertifikat kesehatan lingkungan, halal, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Seluruh proses dijalankan sesuai standar yang berlaku agar kualitas layanan tetap terjaga,” katanya.
Pemuda Muhammadiyah menargetkan program serupa dapat dikembangkan di berbagai daerah lainnya.
Kehadiran dapur MBG ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi di Indonesia.








