BANDAR LAMPUNG, Jelajah.co — Forum Mahasiswa Lintas Studi (FORMALIS) Lampung akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Polda Lampung dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung pada Rabu, 3 Desember 2025. Aksi ini dipicu kekhawatiran mereka terhadap kondisi sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang dinilai berada dalam fase “gawat darurat”, terutama terkait dugaan pengecoran dan penyelewengan BBM bersubsidi di Kabupaten Tanggamus.
FORMALIS menilai dugaan praktik ilegal tersebut telah melanggar Peraturan Menteri ESDM No. 13/2018, pedoman K3 Pertamina, serta UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, khususnya Pasal 55. Selain merugikan negara, praktik pengecoran diduga menjadi penyebab kelangkaan BBM serta mengganggu stabilitas ekonomi lokal.
“Kami, FORMALIS, tidak akan tinggal diam melihat penyelewengan hak masyarakat atas energi bersubsidi. Kasus pengecoran di Tanggamus adalah indikasi bahwa rantai distribusi migas kita sedang dibajak oleh mafia,” tegas Ketua FORMALIS Lampung, Hanif.
Ia menambahkan, aksi pada Rabu mendatang membawa enam tuntutan yang dianggap mendesak untuk segera ditindaklanjuti.
Enam Tuntutan FORMALIS
1. Pertamina Regional Sumbagsel diminta melakukan audit penuh terhadap operasional SPBU Lakaran No. 24.353.84.
2. Menuntut penghentian sementara operasional SPBU tersebut hingga audit dan investigasi selesai.
3. Menuntut sanksi tegas hingga penutupan permanen apabila terbukti melakukan:
Penimbunan BBM subsidi,
Penyimpangan distribusi BBM subsidi,
Pelanggaran SOP K3,
Penjualan BBM subsidi secara ilegal.
4. Mendesak Polda Lampung dan Kejati Lampung agar:
Menindak oknum pelaku pengecoran,
Mengusut keterlibatan pengelola SPBU.
5. Meminta aparat menindak tegas jaringan penyalur ilegal yang beroperasi di wilayah tersebut.
6. Mendesak Dinas ESDM Provinsi Lampung untuk mencabut rekomendasi operasional SPBU jika ditemukan pelanggaran berat.
Selain enam tuntutan itu, FORMALIS juga meminta perlindungan nyata bagi masyarakat dari dampak kelangkaan, permainan harga, dan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi.
FORMALIS menyerukan seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat Lampung untuk turut mengawal kasus ini. Aksi tersebut, kata mereka, menjadi penegasan bahwa mahasiswa tetap berada di garda terdepan menjaga keadilan sosial dan kedaulatan energi nasional. (Red)







