• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 8 November 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Hana, Tangis Kecil dari Teras Warung yang Menyentuh Banyak Hati

Doa Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela untuk Masa Depan Hana

Redaksi by Redaksi
1 Juli 2025
in Sudut Pandang
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Lampung, Jelajah.co — Dini hari itu, langit Kampung Sri Basuki, Seputih Banyak, Lampung Tengah, masih kelam. Angin malam berembus pelan, menemani sunyi yang membungkus perkampungan.

Namun di antara keheningan, terdengar tangis lirih. Bukan suara motor lewat, bukan pula suara binatang malam. Itu suara kehidupan yang baru tiba, seorang bayi mungil, tergolek lemah di atas kursi plastik di teras sebuah warung makan.

Tak ada yang menemani. Tubuhnya hanya dibalut handuk merah yang terlalu tipis untuk menghangatkan. Ia menggigil, menangis, dan menanti… siapa pun yang sudi menyambutnya.

BACA JUGA

Pancasila dan Demokrasi Tidak Boleh Menjadi Korban Pertarungan Elite Politik

6 November 2026

Unila Harus Berani Keluar dari Ketergantungan UKT, Aset Kampus Bisa Menjadi Mesin Pendapatan Baru

5 November 2026

Adalah Widia Ningsih, pemilik warung, yang lebih dulu mendengar suara itu. Jumat dini hari, 20 Juni 2025, ia hendak ke kamar mandi ketika langkahnya terhenti karena suara tangis. Saat dihampiri, hatinya luruh. Bayi perempuan itu terbaring sendiri. Tak ada nama, tak ada pelukan, hanya udara malam yang membekukan.

Ia segera membawanya masuk, menghubungi tetangga dan aparat kampung. Tak lama, polisi datang. Bayi lalu dilarikan ke Puskesmas Seputih Banyak.

Beberapa hari kemudian, bayi dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung. Di ruang Perinatologi rumah sakit itu, hidupnya yang nyaris tak sempat disambut kini mulai dirangkai kembali. Ia tidak lagi hanya “bayi tanpa nama”.

Ia kini Hana Aisyah Qaisarah, sebuah nama yang penuh makna: kebahagiaan, kebaikan, dan kepemimpinan yang mulia. Nama itu diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, yang datang menjenguk Hana di rumah sakit.

“Dengan senang hati dan penuh doa, saya beri nama Hana Aisyah Qaisarah,” tulis dr. Jihan di akun Instagram-nya.

Bukan sekadar nama, tapi janji bahwa Hana tidak akan lagi menjadi anonim. Bahwa ia berhak hidup, tumbuh, dan dicintai.

Sebagai Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung, dr. Jihan menegaskan negara akan hadir untuk Hana. “Setelah kondisinya stabil, proses pengasuhan akan dikawal Dinas Sosial sesuai ketentuan. Kami pastikan negara melindunginya,” tegasnya.

Hana tak hanya menyentuh hati para pemimpin. Kisahnya juga mengetuk nurani anggota DPR RI dari PKB, Fatikhatul Khoiriah. Ia menilai, Hana adalah cermin dari kenyataan sosial yang pedih: seorang perempuan di luar sana, entah siapa telah melahirkan dalam keterasingan, mungkin juga dalam ketakberdayaan.

“Ini bukan hanya soal bayi yang ditinggalkan. Ini sinyal bahwa ada perempuan dalam tekanan, dalam ketakutan, yang akhirnya memilih meninggalkan darah dagingnya sendiri,” kata Khoir.

Ia mendorong agar sistem perlindungan sosial tak hanya hadir saat tragedi terjadi. “Kita punya tanggung jawab memastikan setiap anak lahir dengan hak yang sama, disambut, dicintai, dan dijaga,” ungkapnya.

Kini, dari sebuah kursi plastik di teras warung kecil, Hana melangkah ke pelukan banyak hati. Ia lahir dalam senyap, tapi dunia menjawab tangisnya dengan kasih.

Hana mungkin tak tahu siapa yang pertama memeluknya. Tapi kita tahu, sejak hari itu, ia telah mengajarkan banyak orang tentang pentingnya hadir, bahkan untuk yang paling sunyi sekalipun. (*/Red)

Previous Post

PMII Ikat Pengakuan Bersaudara dengan Kerajaan Sekala Brak

Next Post

Rektor UIN Raden Intan: Gelar Bukan Hanya Pengakuan, Tapi Ladang Amal

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Berkedok Wahana Anak, Gelper di Batam Diduga Jadi Arena Judi

13 Maret 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Tapis dan Piil Pesenggiri: Menjahit Masa Lalu untuk Masa Depan Lampung

11 Agustus 2025

Disdik Barito Selatan Luncurkan Link Aduan Pendidikan, Pengelolaan Dana BOS hingga PIP Jadi Sorotan

12 Oktober 2026

UIN RIL Nobatkan Duta Raden Intan 2026

2 Mei 2026

Satlantas Polres Murung Raya Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan 40 Hutan Pinus Puruk Cahu

1 Maret 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.