BARITO SELATAN, Jelajah.co — Krisis air bersih akibat kemarau panjang mulai menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Selatan. Setelah hampir tiga bulan dilanda musim kering, sejumlah sungai, danau hingga dam penampungan air dilaporkan mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan dari Partai NasDem, Arbanu, yang meminta pemerintah daerah segera membangun sumur bor untuk membantu masyarakat, khususnya di Desa Palo Rejo, Kecamatan Gunung Bintang Awai.
Arbanu mengatakan, permintaan pembangunan fasilitas air bersih tersebut disampaikan setelah melihat langsung kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kecamatan Dusun Utara dan Gunung Bintang Awai, Arbanu menilai sejumlah desa membutuhkan perhatian serius terkait penyediaan sumber air bersih.
Ia menyebut sejumlah desa yang dinilai membutuhkan pembangunan sumur bor, di antaranya Desa Bintang Ara, Bipak Kali, Gagutur, Malungai Raya, Marga Jaya, Muara Singan, Ngurit, Palo Rejo, Patas, Ruhing Raya, Sire, Ugang Sayu, dan Wayun.
Namun, Desa Palo Rejo menjadi salah satu wilayah yang menurutnya membutuhkan perhatian khusus.
“Saya juga perwakilan dari Kecamatan Dusun Utara dan Gunung Bintang Awai di DPRD Barito Selatan. Sesuai dengan yang saya pantau, desa-desa tersebut perlu dibuatkan sumur bor. Desa Palo Rejo khususnya memiliki 21 RT, penduduknya cukup banyak dan jauh dari sungai besar,” ujar Arbanu.
Menurutnya, kebutuhan sumur bor di setiap desa dapat disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kondisi wilayah.
Namun, untuk Desa Palo Rejo, Arbanu menilai satu titik sumur bor belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah setidaknya membangun dua sumur bor di Desa Palo Rejo.
“Meminta supaya pembuatan sumur bor bisa lebih cepat, paling sedikit dua sumur bor untuk mengatasi kekeringan selama kemarau. Karena selama kurang lebih tiga bulan ini, sungai, danau maupun dam semuanya kering,” tegasnya.
Kondisi kekeringan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sumber air permukaan yang selama ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dilaporkan mengalami penyusutan bahkan kekeringan. Kondisi itu membuat masyarakat semakin sulit memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga.
Harapan serupa disampaikan Kepala Desa Palo Rejo, Misli.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dapat segera membantu penyediaan sumber air bersih bagi masyarakat, terutama melalui pembangunan sumur bor.
Menurutnya, keberadaan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan setiap kali musim kemarau panjang melanda.
Pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap sungai, danau, maupun sumber air permukaan yang rentan mengering saat kemarau.
Kini, Arbanu dan Pemerintah Desa Palo Rejo berharap usulan tersebut segera mendapat tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan.
Sebab, bagi masyarakat yang telah berbulan-bulan menghadapi kekeringan, penyediaan air bersih bukan sekadar program pembangunan, melainkan kebutuhan mendesak yang tidak bisa terus ditunda. (Abeh)








