• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Selasa, 22 September 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Ketika Rekam Jejak Dipertaruhkan di Pilrek Unila

Redaksi by Redaksi
21 September 2026
in Sudut Pandang
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Mursaidin Albantani, ST
(Peneliti pada Lembaga Survei SPI)

Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 bukan sekadar pergantian figur di pucuk pimpinan perguruan tinggi. Pilrek adalah momentum untuk menguji rekam jejak, pengalaman kepemimpinan, kapasitas akademik, integritas tata kelola, sekaligus gagasan para bakal calon dalam membawa Unila menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.

Salah satu bakal calon yang telah menyerahkan berkas pendaftaran adalah Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes. Unila mencatat Asep sebagai pendaftar ketiga dalam Pilrek periode 2027–2031.

BACA JUGA

Dracula Birokrasi “Ketika Uang Rakyat Dihisap dari Dalam Sistem”

10 September 2026

Register 44: Panen Tebu, Labirin Kepentingan dan Negara yang Seakan Tersesat

3 September 2026

Anak RPKAD, Cikal Bakal Kopassus

Prof. Asep merupakan putra Drs. H. Taryo, perwira TNI yang mengawali pengabdian di satuan RPKAD pada 1960. RPKAD merupakan bagian dari sejarah perkembangan satuan yang kemudian menjadi Kopassus.

Dalam perjalanan tugasnya, sang ayah pernah berada di Grup 2 Cijantung dan menjalani sejumlah penugasan hingga mengakhiri karier di Kodam XVII Cenderawasih, Jayapura, pada 1990 dengan pangkat terakhir kolonel. Atas masa pengabdiannya, ia juga memperoleh Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia, sebuah tanda kehormatan yang secara resmi pernah bernama Medali Sewindu sebelum diubah menjadi Bintang Sewindu melalui Perpu Nomor 22 Tahun 1959.

Namun, latar keluarga bukan ukuran utama dalam Pilrek. Ia lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari sejarah keluarga dan nilai pengabdian. Ukuran yang lebih relevan adalah rekam jejak yang dibangun Prof. Asep melalui pendidikan, profesi kedokteran, penelitian, pengabdian, serta pengalaman mengelola universitas.

Dari Kedokteran hingga Guru Besar

Perjalanan akademik Prof. Asep berangkat dari pendidikan kedokteran hingga mencapai jabatan guru besar di Fakultas Kedokteran Unila. Direktori resmi Unila mencatat bidang kepakarannya Farmakologi dan Farmasi Klinis, sementara profil akademiknya mencantumkan doktoral dalam bidang farmako-onkologi.

Ia juga tercatat sebagai Guru Besar Unila sejak 2020.

Rekam akademik tersebut menjadi penting karena universitas bukan hanya institusi pendidikan, melainkan ekosistem yang mempertemukan pendidikan, penelitian, pengabdian, inovasi, dan pelayanan kepada masyarakat.

Pengalaman Mengelola Unila

Rekam jejak Prof. Asep tidak berhenti pada ruang akademik. Ia pernah menjadi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila. Pada Februari 2023, posisi tersebut kemudian diteruskan oleh pejabat berikutnya.

Pengalaman tersebut bersentuhan langsung dengan persoalan tata kelola, anggaran, sumber daya manusia, sarana-prasarana, pelayanan dan pengembangan institusi.

Salah satu contoh adalah peluncuran Sikebas Unila, sistem digital untuk pengajuan keringanan dan pembebasan UKT. Sistem tersebut memungkinkan mahasiswa mengajukan secara daring sekaligus memudahkan proses monitoring dan evaluasi di tingkat fakultas maupun rektorat.

Pengalaman seperti ini penting dalam Pilrek karena kepemimpinan universitas tidak hanya membutuhkan gagasan besar, tetapi juga kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi sistem kerja yang dapat dirasakan sivitas akademika.

Rumah Sakit sebagai Jejaring Health System

Latar belakang Prof. Asep sebagai dokter dan akademisi juga membuka gagasan tentang bagaimana Unila mengembangkan ekosistem kesehatan.

Rumah sakit pendidikan tidak semestinya hanya dipandang sebagai fasilitas pelayanan kesehatan atau tempat pendidikan klinik mahasiswa kedokteran. Rumah sakit dapat dikembangkan sebagai simpul jejaring health system.

Artinya, rumah sakit dapat menjadi bagian dari jaringan yang menghubungkan pendidikan kedokteran, penelitian, pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan tingkat pertama, rumah sakit jejaring, pemerintah daerah, industri kesehatan, dan masyarakat.

Gagasan ini memiliki relevansi dengan pengalaman Prof. Asep ketika mengelola layanan kesehatan Unila. Pada 2022, saat menjadi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, ia terlibat dalam pembahasan kerja sama Unila dengan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Poliklinik Unila sekaligus mengembangkan potensi income generating universitas.

Dari sini, visi pengembangan rumah sakit sebagai bagian dari jejaring health system dapat diuji lebih jauh: bagaimana Unila membangun hubungan antara pendidikan, riset, pelayanan kesehatan dan inovasi sehingga rumah sakit tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem kesehatan Lampung dan nasional.

Riset Harus Menjadi Inovasi

Tantangan berikutnya adalah memastikan riset tidak berhenti di jurnal dan perpustakaan. Skripsi, tesis, disertasi dan penelitian dosen perlu memiliki jalan menuju inovasi, hak kekayaan intelektual, teknologi, produk, maupun solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan industri.

Bidang farmakologi dan farmasi klinis yang menjadi kepakaran Prof. Asep juga memiliki ruang pengembangan ke arah tersebut. Salah satu penelitian yang dipimpin Prof. Asep, misalnya, mengeksplorasi aktivitas biologis dan sitotoksik ekstrak biji melinjo sebagai kandidat agen antikanker serviks.

Di sinilah gagasan setiap calon rektor perlu diuji. Seberapa jauh pengalaman akademik dapat diterjemahkan menjadi desain hilirisasi riset yang terukur?

Rekam Jejak dan Masa Depan Unila

Pada akhirnya, Pilrek Unila 2027–2031 perlu menjadi ruang untuk mempertemukan rekam jejak dan gagasan masa depan.

Pengalaman sebagai dokter, akademisi, peneliti, guru besar dan pengelola universitas merupakan bagian dari profil Prof. Asep yang dapat diuji bersama rekam jejak bakal calon lainnya. Portal resmi Pilrek Unila sendiri menegaskan prinsip perlakuan setara bagi seluruh bakal calon, tanpa penonjolan maupun pemeringkatan.

Karena itu, ukuran dalam Pilrek semestinya tidak berhenti pada panjangnya daftar jabatan. Yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan, kebijakan menjadi program, dan program menghasilkan perubahan yang terukur.

Unila ke depan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjadikan kampus sebagai pusat ilmu pengetahuan, inovasi, pelayanan dan solusi. Rekam jejak adalah modal. Tetapi masa depan Unila akan sangat ditentukan oleh bagaimana modal tersebut diterjemahkan menjadi gagasan dan kerja nyata.

Previous Post

Meriahkan Mubes VI Pujakesuma di Jakarta, Delegasi Pujakesuma Lampung Turut Sumbangkan Suara

Next Post

HUT ke-67 Barsel, Pemkab Siapkan 50.500 Porsi Makanan dan Minuman Gratis

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Barsel Expo 19–25 September Didukung Pihak Ketiga, Slank Dijadwalkan Tampil

14 September 2026

Wabup Khristianto Yudha Tegaskan Penegakan Disiplin ASN di Pemkab Barsel

7 September 2026

CV Vabinendra Production Siapkan 30 Stand Gratis untuk UMKM di HUT ke-67 Barsel

14 September 2026

Wabup Barsel Resmikan Resort GKE Kamatang Pamelum Buntok

29 Agustus 2026

Gedung Tiga Lantai RSUD Jaraga Sasameh Ditarget Rampung 2027, Pemkab Barsel Temui Wamenkes

16 September 2026

Kejari Barsel Naikkan Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU 2023–2024 ke Penyidikan

14 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.