• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Selasa, 13 Oktober 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Ketua Carateker KONI Lamtim Sebut Pengalaman Pengurus Cabor Bukan Syarat Wajib, Kandidat: Pemimpin Harus Paham Olahraga

Redaksi by Redaksi
13 Oktober 2026
in Lampung
A A
Share on FacebookShare on Twitter

LAMPUNG TIMUR, Jelajah.co — Pernyataan Ketua Carateker Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Timur, Achmad Chrisna Putra, mengenai persyaratan bakal calon ketua umum memunculkan perbedaan pandangan. Chrisna menyebut pengalaman sebagai pengurus cabang olahraga (cabor) maupun pengurus KONI bukan syarat wajib bagi kandidat.

Pernyataan itu disampaikan Chrisna saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Selasa (13/10/2026).

Menurut Chrisna, bakal calon Ketua Umum KONI Lampung Timur tidak wajib pernah atau sedang menjabat sebagai pengurus cabang olahraga maupun pernah menjadi pengurus KONI.

BACA JUGA

Deru Jeep Klasik, Persaudaraan, dan Spirit Krakatau di Pesisir Lampung

13 Oktober 2026

Musorkab KONI Lampung Timur Belum Dimulai, Surat Dukungan PASI Diduga Dicatut

10 Oktober 2026

“Bakal calon ketua umum tidak wajib memiliki kompetensi pernah atau sedang sebagai pengurus cabang olahraga maupun pernah menjadi pengurus KONI,” kata Chrisna.

Pandangan berbeda disampaikan Arip Setiawan, salah satu kandidat bakal calon yang merupakan mantan Sekretaris Umum KONI Lampung Timur dan pernah menjadi pengurus sejumlah cabang olahraga.

Arip menilai, jabatan Ketua Umum KONI bukan sekadar posisi kehormatan yang dapat diisi hanya dengan bermodalkan popularitas, jabatan, atau dukungan politik. Menurutnya, pemimpin organisasi olahraga harus memiliki kompetensi, pengalaman, integritas, serta pemahaman yang kuat terhadap pembinaan olahraga.

Ia menilai pengalaman di cabang olahraga maupun kepengurusan KONI menjadi bekal penting untuk memahami kebutuhan organisasi dan atlet.

“KONI adalah wadah pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. Karena itu, pemimpinnya harus memahami kebutuhan cabang olahraga, pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, tata kelola organisasi, serta strategi meraih prestasi di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional,” tegas Arip.

Ia juga mempertanyakan apabila pengalaman dalam kepengurusan olahraga tidak menjadi persyaratan mutlak dalam proses pencalonan Ketua Umum KONI Lampung Timur yang dijadwalkan menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) pada Oktober 2026.

Menurut Arip, kepemimpinan KONI membutuhkan kemampuan untuk merangkul seluruh cabang olahraga, mengelola anggaran secara transparan, serta menyusun program yang berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi atlet.

“Masyarakat olahraga membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja, merangkul seluruh cabang olahraga, mengelola anggaran secara transparan, dan menghadirkan program nyata demi kemajuan atlet,” ujarnya.

Arip menegaskan, proses pemilihan Ketua Umum KONI Lampung Timur semestinya mengedepankan kapasitas, rekam jejak, dan visi pengembangan olahraga, bukan semata-mata kedekatan, kepentingan kelompok, atau kekuatan politik.

“Olahraga membutuhkan pemimpin yang mengerti olahraga, bukan sekadar orang yang ingin memimpin olahraga. Prestasi tidak lahir dari jabatan, tetapi dari kompetensi, kerja nyata, dan keberpihakan kepada atlet,” pungkasnya.

Perbedaan pandangan tersebut menempatkan persyaratan bakal calon sebagai salah satu isu penting menjelang Musorkab KONI Lampung Timur. Ketentuan resmi pencalonan dan dasar aturan yang digunakan panitia menjadi hal penting untuk diperjelas agar proses pemilihan berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. (Nv)

Previous Post

AOI Gelar Konferensi Organik Indonesia 2026, Soroti Degradasi Lahan dan Regenerasi Petani

Next Post

Deru Jeep Klasik, Persaudaraan, dan Spirit Krakatau di Pesisir Lampung

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Barsel Expo 19–25 September Didukung Pihak Ketiga, Slank Dijadwalkan Tampil

14 September 2026

PMI Asal Barito Selatan Dipulangkan dari Malaysia, BP3MI Ingatkan Warga Hindari Agen Ilegal

2 Oktober 2026

ASN Barsel Diminta Segera Pindah KTP, BKPSDM Ingatkan Batas Akhir Oktober

4 Oktober 2026

Dua Staf Bawaslu Mesuji Diamankan Polisi di Tubaba, PAJAN Desak Bawaslu Terbuka

2 Oktober 2026

Membanggakan! Siswi SMAN 1 Buntok Tembus Final Nasional AVIMSA, Wakili Kalteng ke Banjarmasin

24 September 2026

CV Vabinendra Production Siapkan 30 Stand Gratis untuk UMKM di HUT ke-67 Barsel

14 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.