Oleh: Eka Setya Dian Anggriawan
Koperasi sering kali dianggap sebagai lembaga simpan-pinjam milik orang tua atau sekadar tempat transaksi ekonomi sederhana. Namun, pandangan ini mulai berubah, terutama saat kita mengenal Koperasi Desa Merah Putih — sebuah ruang yang membuktikan bahwa koperasi sejatinya adalah roh gotong royong yang harus terus diperbarui dan dijaga, khususnya oleh generasi muda.
Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya sekadar organisasi ekonomi, melainkan tempat tumbuhnya harapan dan potensi baru. Melalui pelatihan jati diri koperasi, kewirausahaan, digitalisasi produk UMKM, hingga kolaborasi dalam pengelolaan potensi desa, koperasi ini mengajak anak muda untuk berperan aktif membangun ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.
Salah satu hal paling penting yang harus dipahami adalah prinsip dasar koperasi: kesukarelaan, keanggotaan terbuka, pengelolaan demokratis, partisipasi ekonomi anggota, otonomi, pendidikan, kerja sama antar koperasi, dan kepedulian pada komunitas. Pemahaman ini menjadi pondasi agar koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga bisnis, tetapi juga sebagai gerakan sosial ekonomi yang membangun kesejahteraan bersama.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ada cita-cita besar untuk membangun desa dari bawah, menguatkan ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, dan memastikan ekonomi kerakyatan berpihak pada rakyat kecil. Koperasi Desa Merah Putih adalah bagian nyata dari gerakan ini.
Kita tidak boleh lupa, Bung Hatta, sang Bapak Koperasi Indonesia, pernah menegaskan bahwa koperasi adalah alat penting untuk membangun ekonomi rakyat yang mandiri dan adil. Cita-cita Bung Hatta itulah yang kita perjuangkan hari ini—agar koperasi menjadi tulang punggung ekonomi desa, bukan hanya sebagai lembaga simpan-pinjam, tetapi sebagai pusat pemberdayaan dan kesejahteraan bersama.
Namun, tanpa pengawalan serius dan pemahaman prinsip koperasi yang kuat, koperasi bisa saja terjebak menjadi proyek sesaat yang kemudian mati perlahan. Inilah yang memotivasi kami, generasi muda, untuk turun tangan menjaga dan mengawal koperasi agar tetap hidup dan berkembang bukan karena perintah, tetapi karena keyakinan bahwa masa depan desa ada di tangan kami.
Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya tempat menyimpan uang, melainkan tempat menyimpan harapan bahwa cita-cita memajukan desa dapat terwujud apabila kita bersama-sama menjaga dan mengelolanya dengan integritas dan komitmen.
Dulu saya berpikir sukses harus pergi ke kota. Kini, saya dan banyak anak muda desa sadar, desa memiliki segalanya untuk berkembang, asal dikelola secara bersama-sama melalui koperasi yang kuat.
Mari anak muda desa jangan jadi penonton. Bergabunglah dengan Koperasi Desa Merah Putih dan bangunlah masa depan desa kita bersama.
Saat ini, kami juga sedang menginventarisir para aktivis koperasi untuk ikut mengawal dan memastikan 80.000 koperasi di seluruh negeri tidak hanya menjadi proyek sesaat, tetapi menjadi pondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh dan berkelanjutan.







