Lampung Selatan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar acara perpisahan dengan masyarakat di Aula Kantor Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, pada Senin (3/2/25).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Taman Baru beserta perangkatnya, tokoh adat Marga Ratu Menangsi, Pemuda Karang Taruna, serta puluhan warga. Dalam kesempatan itu, mahasiswa KKN menyerahkan hasil program kerja mereka kepada pemerintah desa.
Kepala Desa Taman Baru, Ashari, mengapresiasi kehadiran mahasiswa yang dinilai mampu menciptakan inovasi dalam mengatasi permasalahan desa.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKN ITERA. Tahun ini ada sembilan mahasiswa, terdiri dari tiga putra dan enam putri. Mereka menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pembuatan paving block dari sampah plastik serta pemetaan wilayah desa.
“Mereka membuat paving block dari sampah plastik yang didaur ulang, serta menyusun peta wilayah Desa Taman Baru. Kami berharap pengalaman yang mereka dapatkan selama di sini bisa menjadi bekal kesuksesan di masa depan. Semoga program yang telah terlaksana bisa terus diterapkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Rizka, salah satu mahasiswa KKN, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah menerima mereka dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat yang menyambut kami dengan hangat hingga program KKN ini sukses,” katanya.
Menurut Rizka, program paving block berbahan sampah plastik dipilih karena banyaknya limbah rumah tangga dan sampah dari destinasi wisata Way Tebing Ceppa.
“Banyak warga mengeluhkan masalah sampah, sehingga kami mencoba membantu dengan mengolah sampah plastik menjadi paving block. Sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) desa kami daur ulang dan dicampur pasir, hingga terbentuk paving block yang siap digunakan,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut bisa terus berlanjut agar permasalahan sampah di Desa Taman Baru dapat teratasi secara berkelanjutan. (Red)







