• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Sabtu, 18 Juli 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Mahasiswa UIN RIL Ungkap Fakta di Balik Isu Pungli

Redaksi by Redaksi
6 Mei 2025
in Lampung, Pendidikan
A A
Ist

Ist

Share on FacebookShare on Twitter

BANDARLAMPUNG, Jelajah.co  – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung secara resmi merilis hasil investigasi internal terkait pemberitaan dugaan pungutan liar (pungli) dalam praktik jual beli nilai yang menyeret dua orang dosen.

Tim investigasi yang dibentuk mahasiswa menyimpulkan bahwa tudingan dalam pemberitaan tersebut tidak berdasar, menyesatkan, dan merupakan bentuk penggiringan opini publik dengan itikad buruk.

Investigasi bermula dari keresahan sejumlah mahasiswa atas pemberitaan yang menyebut dua dosen terlibat pungli dalam proses sidang skripsi. Mahasiswa lalu mengonfirmasi langsung kepada salah satu dosen yang disebut dalam berita tersebut. Hasil klarifikasi menunjukkan bahwa bukti berupa tangkapan layar percakapan dan transfer dana bukan berasal dari komunikasi antara dosen dan mahasiswa, melainkan antara dosen penguji dan staf program studi (prodi) selaku admin sidang.

BACA JUGA

Klaim Hak Jawab Belum Dimuat, Pihak yang Merasa Dirugikan Soroti Pemberitaan Nusan.id

14 Juli 2026

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara pada Kuartal I 2026, Pajak Capai Rp8,1 Triliun

14 Juli 2026

“Dari penelusuran kami, tudingan dalam pemberitaan itu tidak sesuai fakta. Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan adanya transaksi antara dosen dan mahasiswa. Justru terjadi penyalahgunaan data pribadi yang dijadikan dasar pemberitaan menyesatkan,” kata Hanif, perwakilan mahasiswa yang memimpin investigasi, Senin (06/05/25).

Tim investigasi juga menemui staf prodi yang bersangkutan. Ia membenarkan bahwa percakapan dalam tangkapan layar merupakan komunikasinya dengan dosen penguji, bukan dengan mahasiswa.

“Itu percakapan saya dengan dosen penguji terkait tugas administratif sidang skripsi. Saya tidak pernah menyebarkan chat tersebut. Saya yakin data saya dicuri. Saya sangat dirugikan dan keberatan percakapan itu dijadikan bahan pemberitaan, seolah-olah sebagai bukti pungli,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa percakapan dan transfer dana yang dimaksud terjadi saat masa Work From Home (WFH) akibat pandemi COVID-19. Saat itu, seluruh kegiatan akademik, termasuk sidang skripsi, dilakukan secara daring.

“Transfer dana itu adalah pengganti pulsa dari dana resmi fakultas untuk para dosen penguji sidang skripsi. Itu merupakan prosedur internal yang sah, bukan pungli,” tambahnya.

Dengan hasil investigasi ini, mahasiswa UIN Raden Intan Lampung menegaskan bahwa pemberitaan dugaan pungli tersebut adalah informasi palsu yang mencemarkan nama baik individu maupun institusi.

“Kami mengecam keras media serta oknum-oknum yang menyebarkan berita bohong tersebut. Kami juga mendorong pihak-pihak yang dirugikan untuk menempuh jalur hukum, serta mendesak rektorat dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut penyebaran informasi palsu ini,” tutup Hanif. (rls)

Previous Post

LDS Hadiri Deklarasi Pemantau Pemilu Independen di Pesawaran

Next Post

FOKAL Pesawaran Deklarasi Jadi Pemantau Independen PSU Pilkada 2025

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Tikam Sepupu Saat Ritual Adat Wara, Pria di Barsel Diamankan Polisi

12 Juli 2026

HUT ke-67, Pemkab Barsel Fokus pada Kegiatan Sederhana

13 Juli 2026

Kodim 1012/Buntok Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Aset PT AC, Satu Paket Diduga Sabu Turut Disita

14 Juli 2026

Pemkab Barsel Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lahan Dua Desa, Tim Verifikasi Segera Turun ke Lapangan

8 Juli 2026

ALAM Demo Kejati Lampung, Desak Dugaan TPPU Oknum Jaksa Diusut Transparan

10 Juli 2026

Warga Laporkan Dugaan Pemuatan Kayu Ilegal di Lokasi Sengketa Lahan Majundre, Aparat Diminta Tindak Lanjuti

10 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.