BARITO SELATAN, Jelajah.co – Semangat nasionalisme ternyata tak mengenal batas usia. Hal itu terlihat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Barito Selatan, Senin, 17 Agustus 2026.
Di tengah suasana khidmat peringatan hari kemerdekaan, sosok seorang nenek berusia 91 tahun, Yustiani Tutie Mahat, warga Jalan Pahlawan No. 60, Buntok, mencuri perhatian. Dengan penuh semangat, ia hadir mengikuti rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Yustiani Tutie Mahat merupakan istri dari almarhum Gurun Ngana, atau sering di sapa Nenek Retno. salah satu tokoh masyarakat yang dikenal di Kabupaten Barito Selatan. Kehadirannya menjadi gambaran sederhana namun penuh makna tentang bagaimana kecintaan terhadap tanah air tetap hidup dan diwariskan lintas generasi.
Momen haru semakin terasa ketika Yustiani berkesempatan berfoto bersama Bupati dan Wakil Bupati Barito Selatan. Di usianya yang telah menginjak 91 tahun, ia tetap menunjukkan semangat untuk hadir dan menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan.
Bagi keluarga, Retno sebagai cucu, kehadiran Yustiani bukan sekadar menghadiri sebuah upacara. Ada nilai sejarah, penghormatan, serta kenangan panjang yang melekat dalam perjalanan hidupnya bersama almarhum Gurun Ngana dan masyarakat Barito Selatan.
Sosoknya seolah mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan perayaan, tetapi juga tentang menghargai para orang tua yang telah melewati perjalanan panjang bangsa ini.
Di usia 91 tahun, langkah mungkin tak lagi secepat dahulu. Namun semangat untuk mencintai negeri tetap menyala.
Kehadiran Yustiani Tutie Mahat pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi potret sederhana yang sarat makna: kemerdekaan adalah milik semua generasi, dan semangatnya tidak pernah mengenal usia, Minggu [17/8/2026].
Momen mengharukan terjadi saat Bupati Barito Selatan dan Wakil Bupati Barito Selatan secara khusus mendampingi nenek untuk sesi foto bersama. Keduanya terlihat sangat menghormati dan mengapresiasi kehadiran generasi pejuang kemerdekaan tersebut.
Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri mengatakan
“Ini bukti bahwa semangat 17 Agustus masih hidup di hati masyarakat Barsel, dari yang muda sampai yang paling sepuh. Kami bangga dan berterima kasih kepada beliau yang telah menyaksikan perjalanan bangsa ini selama 91 tahun,” ujar Bupati Barsel saat berbincang dengan nenek.
Wakil Bupati Barsel Kharistanto Yudha ST MT, juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada para lansia, khususnya yang menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa.
Kehadiran nenek 91 tahun ini menjadi simbol bahwa nilai-nilai kemerdekaan harus terus diwariskan lintas generasi. Tepuk tangan meriah mengiringi langkah beliau saat meninggalkan tempat acara.
(Abeh)








