• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 11 Oktober 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Pasca Banjir Bandarlampung: Dari Aksi Massa hingga Kesadaran Jaga Lingkungan

Redaksi by Redaksi
2 Mei 2025
in Lampung, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bandar Lampung, Jelajah.co — Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung pekan lalu menyisakan duka mendalam sekaligus kemarahan publik. Ratusan rumah terendam, korban jiwa berjatuhan, dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Namun, di balik bencana ini, tumbuh kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga lingkungan.

Aliansi Masyarakat Lampung Bersatu, yang dipimpin oleh Mulyadi Jas bersama Yudis, Rian Gedor, Gunawan, Sugiarto, dan lainnya, bergerak cepat menyuarakan aspirasi. Mereka mendatangi Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, menyampaikan bahwa banjir tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga akibat aktivitas penambangan dan reklamasi yang merusak ekosistem.

“Ketika air laut pasang bersamaan dengan hujan lebat, siring yang tertutup akibat reklamasi tak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap ke permukiman,” ujar Mulyadi dalam audiensi.

BACA JUGA

Musorkab KONI Lampung Timur Belum Dimulai, Surat Dukungan PASI Diduga Dicatut

10 Oktober 2026
Oplus_19005440

ALAM BAKA Soroti Dugaan Pungli Blok Hunian, HP Ilegal, dan Uang Makan di Lapas Lampung

9 Oktober 2026

Aspirasi warga ini disambut oleh Sukarma Wijaya, Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Bandar Lampung. Ia menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung.

“Terkait perizinan tambang dan reklamasi, itu kewenangan provinsi. Namun, kami tidak tinggal diam. Keluhan ini akan kami sampaikan ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Sukarma dalam pertemuan dengan perwakilan warga.

Aksi massa tak berhenti di tingkat kota. Aliansi tersebut berencana menggelar unjuk rasa di Kantor Pemerintah Provinsi Lampung pada Kamis mendatang.

“Kami ingin pemerintah provinsi ikut bertanggung jawab. Gunung-gunung dirusak demi kepentingan pribadi. Jika dibiarkan, anak cucu kita yang akan menanggung akibatnya. Hentikan penambangan liar!” tegas Mulyadi Jas dalam orasi.

Rian Gedor menambahkan bahwa camat dan lurah juga harus bersikap tegas.

“Meskipun izin minerba ada di provinsi, camat dan lurah sebagai pemilik wilayah harus berani menolak jika aktivitas itu merusak lingkungan. Izin lingkungan bukan sekadar formalitas,” ucapnya. Ia juga meminta Wali Kota Eva Dwiana memanggil camat dan lurah di wilayah yang terdampak aktivitas penggerusan gunung.

Peristiwa serupa juga terjadi di berbagai wilayah Lampung. Di Desa Sukorahayu, Lampung Timur, warga pernah menolak tambang pasir dan menyampaikan aspirasi ke DPRD Provinsi Lampung, namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata.

Meski sempat diwarnai kemarahan, bencana ini justru memantik kesadaran baru. Di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, warga kini bergotong royong membersihkan saluran air dan memperlebar irigasi secara swadaya. Tak lagi bergantung sepenuhnya pada pemerintah, mereka mulai dari diri sendiri menjaga lingkungan.

“Inilah hikmah dari sebuah musibah. Kita sadar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” ujar Hadi, salah satu warga.

Masyarakat kini berharap pemerintah lebih selektif dalam mengeluarkan izin usaha yang berpotensi merusak alam. Bukan semata demi pembangunan, tetapi demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. (*/Red)

Previous Post

TANGIS TANAH YANG TERBENAM: RAKYAT BANDAR LAMPUNG BANGKIT DEMI LINGKUNGAN

Next Post

MAN 1 Bandar Lampung Wakili Provinsi Lampung dalam Penilaian Zona Integritas Kemenag

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Barsel Expo 19–25 September Didukung Pihak Ketiga, Slank Dijadwalkan Tampil

14 September 2026

PMI Asal Barito Selatan Dipulangkan dari Malaysia, BP3MI Ingatkan Warga Hindari Agen Ilegal

2 Oktober 2026

ASN Barsel Diminta Segera Pindah KTP, BKPSDM Ingatkan Batas Akhir Oktober

4 Oktober 2026

Dua Staf Bawaslu Mesuji Diamankan Polisi di Tubaba, PAJAN Desak Bawaslu Terbuka

2 Oktober 2026

Membanggakan! Siswi SMAN 1 Buntok Tembus Final Nasional AVIMSA, Wakili Kalteng ke Banjarmasin

24 September 2026

CV Vabinendra Production Siapkan 30 Stand Gratis untuk UMKM di HUT ke-67 Barsel

14 September 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.