• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 4 Februari 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Pemkot Bandarlampung Selidiki Dugaan Aktivitas Ilegal Penyebab Banjir Bandang

Redaksi by Redaksi
21 Januari 2025
in Lampung, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bandarlampung, Jelajah.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung sebut akan mendalami temuan dugaan aktivitas ilegal di perbukitan Bandarlampung yang diduga menjadi penyebab bencana banjir bandang terburuk di Kota Tapis Berseri, Selasa (21/01/2025).

Kabag Humas Pemkot Bandarlampung, Ali Rozi, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mendengar temuan hasil inspeksi DPRD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandarlampung.

Diketahui bahwa inspeksi tersebut menemukan tambang yang diduga beroperasi tanpa izin di area perbukitan sekitar Bandarlampung. Aktivitas tambang ini disinyalir menjadi penyebab serius banjir karena limbah dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan menghambat aliran air.

BACA JUGA

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026

Triga Lampung Kembali Turun ke Jakarta, Bidik SGC

1 Februari 2026

Selain itu, penyumbatan saluran air di sekitar perusahaan besar seperti PT Semen Baturaja, PT LDC, dan PT Bumi Waras juga berkontribusi pada meluapnya air ke pemukiman warga.

Menurut Ali, Pemkot Bandarlampung kini tengah disibukan dengan penanganan pasca banjir yang berdampak pada ribuan warga Kota Tapis Berseri.

“Sekarang kita fokus turun ke masyarakat bersama tim guna membantu warga yang terdampak seperti membersihkan lumpur dan puing-puing. Kita bagikan nasi bungkus dan fokus pada kondisi kesehatan masyarakat, sebab mulai ada penyakit gatal akibat banjir,” kata Ali.

Menurut dia, pihak pemkot telah melakukan pembicaraan atas bencana banjir ini. Bahkan pemkot akan melakukan investigasi untuk menyelidiki sumber banjir yang disebut berasal dari aktivitas pabrik Semen Baturaja.

“Katanya sumber berasal dari aktivitas Semen Baturaja, kita akan selidiki lebih dalam. Yang jelas pasca keadaan berangsur pulih kita akan lakukan pembenahan infrastruktur dan melakukan normalisasi pada sungai dan talut,” terangnya.

Terpisah, Plh Kepala DLH Kota Bandarlampung, Veni Devialesti, membenarkan temuan tersebut dan mengaku telah menurunkan tim ke lokasi.

“Tim kita sudah turun bersama DPRD dan DLH Provinsi. Saya sedang menunggu laporannya,” terang Veni.

Ia mengaku akan memanggil pihak perusahaan terkait guna mengetahui seluk beluk masalah.

“Ya kita akan panggil. Namun apabila izin tambang memang bukan kita yang mengeluarkan, melainkan pemprov. Tapi kita akan lihat nanti laporannya seperti apa,” tandasnya.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, 11.223 warga menjadi korban dan 14.160 rumah terdampak banjir bandang yang dinilai paling parah dalam sejarah Bandarlampung tersebut.

Tercatat 2 nyawa warga melayang pada bencana banjir bandang yang terjadi pada Jumat, 17 Januari 2025 kemarin. Dari total 20 kecamatan, 79 Kelurahan di 16 kecamatan se-Kota Bandarlampung terdampak bencana ini.(Agis)

Previous Post

Akar Lampung Apresiasi Tindakan Cepat Pj. Bupati Pringsewu Hadapi Banjir dan Perencanaan Pembangunan

Next Post

“Impor Tapioka” Apakah Jebakan untuk Pj Gubernur Samsudin di Akhir Masa Jabatan?

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

19 Januari 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Hampir Setahun Memimpin, Aktivis Nilai Kinerja Bupati Lampung Utara Jauh dari Janji Kampanye

12 Januari 2026

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.