• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Kamis, 20 Agustus 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Proyek Infrastruktur di Lampung Bermasalah, Warga Terancam Bencana

Redaksi by Redaksi
24 Maret 2025
in Lampung, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Lampung, Jelajah.co – Pembangunan infrastruktur yang seharusnya menjadi benteng pertahanan bagi masyarakat justru berubah menjadi ancaman. Dugaan praktik kecurangan dalam proyek pengamanan pantai dan perkuatan tebing sungai di Lampung kian terang. Bukannya melindungi warga, hasil pekerjaan yang buruk justru memperparah risiko bencana.

Di Kabupaten Pesisir Barat, proyek pembangunan pengaman pantai di Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, menelan anggaran sebesar Rp 736.723.661,24. Namun, belum genap setahun, sejumlah bagian konstruksi mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Masyarakat khawatir jika kondisi ini dibiarkan, pengaman pantai yang seharusnya menjadi benteng dari abrasi justru akan runtuh lebih cepat dari yang diperkirakan.

Sementara itu, pembangunan Bendung Way Semuong di Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, juga menjadi sorotan. Proyek bernilai Rp 3.016.798.023,54 ini sudah selesai  pengerjaannya pada tahun 2024, tetapi muncul dugaan bahwa kualitas material yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi.

BACA JUGA

ALAM BAKA Siapkan Laporan Resmi ke Kejagung soal Dugaan Mafia Tanah Register 41, 42 dan 46

19 Agustus 2026

HUT ke-27 Lampung Timur, DPRD Dorong Sinergi Percepat Pembangunan Daerah

19 Agustus 2026

Lebih parahnya lagi, proyek perkuatan tebing sungai di Desa Tanjung Ratu, Katibung, yang menelan anggaran Rp 586.800.000 dari Dinas PSDA Provinsi Lampung, justru berujung bencana bagi warga sekitar. Kualitas pekerjaan yang buruk membuat kondisi banjir semakin parah. Dugaan spesifikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Perintah Kerja (SPK) makin menguat, ditambah indikasi kurangnya volume pekerjaan yang telah dibayarkan penuh.

“Ini bukan lagi persoalan teknis, ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar Icha, praktisi sosial dan anggaran, saat ditemui di kantornya. Ia menilai bahwa Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Lampung seharusnya menjadi pilar utama dalam menjaga infrastruktur pengendalian bencana, mengingat kondisi geografis Lampung yang dipenuhi lembah, kali, dan tebing.

Menurutnya, banyak proyek di Lampung yang justru menjadi ladang permainan anggaran tanpa memperhatikan dampaknya bagi masyarakat. “Kalau gubernur benar-benar ingin membangun Lampung, ini harus jadi prioritas. Infrastruktur yang buruk hanya akan membuat anggaran terus bolak-balik di titik yang sama setiap tahun tanpa solusi nyata,” tegasnya.

Masyarakat kini menunggu tindakan nyata dari pemerintah. Akankah ini dibiarkan menjadi siklus korupsi yang terus merugikan rakyat, atau ada langkah tegas untuk menghentikan permainan kotor dalam proyek-proyek vital ini?. (Red)

Previous Post

Efesiensi Anggaran, Fitrianita Damhuri: Sepertinya Tidak Ada yang Bisa Direalisasikan

Next Post

Disdikbud Provinsi Lampung Sedang Merancang Regulasi Baru Terkait Iuran Komite Sekolah

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Warga Muara Malungai Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang, Sampaikan Protes Kondisi Jalan Rusak; PUPR Barsel Turunkan Alat Berat

8 Agustus 2026

Pemkab Barsel Pastikan Gaji PPPK Tetap Aman Ditengah Efisiensi

11 Agustus 2026

213 Pejabat Pemkab Barsel Dilantik, 111 Promosi dan 55 Mutasi

12 Agustus 2026

Haru! Nenek 91 Tahun Hadiri Upacara 17 Agustus 2026, Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Barsel

17 Agustus 2026

Polemik Tambang Emas Way Kanan, Andi Surya Siap Fasilitasi Tambang Rakyat Dilegalkan: WPR Jadi Kunci

18 Agustus 2026

Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Tabak Kanilan, Diduga Akibat Truk Sawit Bertonase Tinggi

30 Juli 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.