Jakarta, Jelajah.co – Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak akhir pekan lalu membuat sebagian wilayah terendam banjir. Di Kecamatan Jatinegara, ratusan warga terpaksa mengungsi ke SDN Kampung Melayu 01/02, mencari perlindungan dari air yang tak kunjung surut. Di tengah situasi ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turun langsung ke lokasi, memastikan warga terdampak mendapat bantuan yang cukup.
Ketika tiba di lokasi pengungsian, Rano Karno disambut wajah-wajah lelah para warga yang kini menggantungkan harapan pada bantuan pemerintah. Ia berbincang dengan beberapa pengungsi, mendengarkan keluhan mereka, dan memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, serta selimut tersedia.
“Tadi saya sudah meninjau pengungsian. Ada kendala, berdasarkan data dari wali kota, jumlah pengungsi hampir 1.000 jiwa, sementara yang sudah ditampung di sini ada 300 jiwa. Namun, 700 lainnya masih bertahan di rumah. Ini yang harus kita kondisikan, karena bantuan harus didistribusikan secara merata,” kata Rano.
Tawaran Relokasi dan Upaya Pengendalian Banjir
Tak hanya menyalurkan bantuan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menawarkan relokasi bagi warga yang terdampak banjir ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jagakarsa.
“Kita punya rumah susun di Jagakarsa, ada tiga tower. Sebagian warga bersedia pindah. Di sini kan bayar, di sana juga bayar. Hampir semua rumah susun di kota memiliki dua kamar,” jelasnya.
Selain itu, Rano menegaskan bahwa pengerukan sungai dan waduk di Jakarta akan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menyebut prediksi BMKG yang memperkirakan hujan akan berlangsung hingga April menjadi alasan mengapa normalisasi sungai harus terus dilakukan.
“Tinggal debit airnya berapa besar, kita akan mengantisipasi di sini. Karena itu, kita lakukan pengerukan sungai dan waduk secara menyeluruh,” ujarnya, didampingi Plt. Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah.
Jakarta dan Siklus Banjir Tahunan
Jakarta memang tak asing dengan banjir. Setiap tahun, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, ibu kota selalu berada dalam siaga. Rano Karno mengakui bahwa peringatan siaga 1 dari Bendungan Katulampa yang melebihi batas minimum adalah sinyal bahwa upaya pencegahan harus lebih serius dilakukan.
“Kenapa tidak selesai-selesai? Ini harus kita kerjakan bersama. Sekali lagi, saya diperintahkan Pak Gubernur untuk ke sini. Pak Gubernur ke tempat lain. Setelah itu, kami akan melakukan koordinasi dengan Pemprov untuk membahas langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus bekerja keras mengatasi genangan. Dengan bantuan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), mereka memastikan pompa air berfungsi optimal untuk mempercepat surutnya banjir.
Menjaga Kewaspadaan
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi nomor darurat 112, layanan gratis yang beroperasi 24 jam.
Di tengah segala tantangan, satu hal yang pasti: banjir mungkin datang setiap tahun, tetapi semangat warga Jakarta untuk bangkit selalu ada. Di antara air yang menggenang dan deru mesin pompa penyedot, harapan tetap menyala.(Kahfi)








