BANDAR LAMPUNG, Jelajah.co — Prestasi membanggakan ditorehkan SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung setelah berhasil meraih gelar Juara Nasional DANCOW Indonesia Cerdas Season 2.
Atas pencapaian tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan penghargaan kepada pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap prestasi pendidikan di daerah.
Penghargaan diserahkan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd., yang mewakili Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana. Prosesi tersebut turut disaksikan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Lampung, tim Nestlé Indonesia, jajaran sekolah, guru, orang tua, serta para siswa.
Eka Afriana menyampaikan apresiasi kepada tiga siswa SD Fransiskus 2 Pahoman yang berhasil membawa nama Bandar Lampung menjadi juara tingkat nasional.
“Selamat kepada ananda Nicholas, Jeselyn, dan Bagas dari tim SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung yang sudah mampu menjadi yang terbaik,” kata Eka.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan kepala sekolah, guru dan orang tua dalam mendampingi siswa selama proses belajar hingga mengikuti kompetisi.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat dan sektor swasta untuk membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak dalam mengembangkan potensi dan kemampuan mereka.
Eka berharap keberhasilan SD Fransiskus 2 Pahoman dapat menjadi pemacu semangat bagi siswa lainnya di Bandar Lampung untuk berani berprestasi hingga tingkat nasional.
“Anak-anak dari daerah memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
192 Ribu Siswa Ikuti DANCOW Indonesia Cerdas
DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 telah menjaring sekitar 192.000 siswa dari 2.168 sekolah di 40 kota dan 15 provinsi di Indonesia.
Babak final kompetisi yang dikemas dalam format program edutainment tersebut berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Gelar juara akhirnya diraih tim SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung yang beranggotakan Nicholas Onggarahardja, Jeselyn Charissa Abuyanin, dan Bagas Arka Saksono.
Category Marketing Manager DANCOW, Yohana Yose Gunawan, mengatakan kompetisi tersebut telah digelar sejak 2025 sebagai bagian dari komitmen Nestlé DANCOW dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui gizi dan stimulasi belajar.
Menurut Yohana, kompetisi dirancang selaras dengan kurikulum nasional dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif untuk mendorong perkembangan kemampuan akademik, sosial, dan emosional anak.
Bukan Sekadar Menang
Kepala SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung, Sr. M. Paulis FSGM, M.Pd., mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil proses yang melibatkan banyak pihak, mulai dari siswa, guru pembimbing hingga orang tua.
Ia menilai pengalaman selama kompetisi tidak hanya memberikan hasil berupa gelar juara, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, keberanian menghadapi tantangan dan sikap sportif para siswa.
“Kemenangan ini dapat menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki kemampuan untuk berprestasi selama mereka memiliki kemauan untuk belajar, keberanian mencoba, didampingi dengan dukungan yang tepat,” ujarnya.
Salah satu anggota tim, Bagas, mengaku senang dan bangga dapat membawa SD Fransiskus 2 Pahoman menjadi juara nasional.
Selama kompetisi, kata dia, banyak pengalaman yang didapat, termasuk belajar bekerja sama dan menghadapi berbagai tantangan.
Dukungan dari kepala sekolah, guru, orang tua dan teman-teman disebut menjadi salah satu penyemangat bagi mereka untuk terus percaya diri mengikuti setiap tahapan kompetisi.
Sementara itu, orang tua Jeselyn, Helnita, mengaku bangga melihat perjuangan anak-anak hingga berhasil meraih gelar juara.
Menurutnya, proses kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak sekaligus menjadi kenangan yang akan terus dibawa ke masa depan.
Nestlé DANCOW berharap capaian tim SD Fransiskus 2 Pahoman dapat menginspirasi lebih banyak anak di Indonesia untuk menikmati proses belajar, berani bermimpi dan mengembangkan potensi yang dimiliki.








