• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 8 November 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Kalteng

Tiga Kali RDP Tak Kunjung Ada Keputusan, Raden Sudarto Sentil Manajemen Perusahaan

Redaksi by Redaksi
7 November 2026
in Kalteng
A A
Share on FacebookShare on Twitter

BARITO SELATAN, Jelajah.co — Tiga kali dipanggil dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), persoalan tunggakan gaji karyawan PT Kencana Sinergi Jaya dan PT Prager Kencana Servis belum juga menemui kepastian. Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, H. Raden Sudarto, SH, pun melontarkan kekecewaan terhadap sikap manajemen kedua perusahaan tersebut.

Kekecewaan itu disampaikan Raden Sudarto usai RDP ketiga yang digelar Komisi I dan Komisi III DPRD Barsel bersama manajemen perusahaan, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, serta perwakilan karyawan, Jumat (6/11/2026).

Menurut politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa H. Alek itu, DPRD telah memfasilitasi RDP sebanyak tiga kali, yakni pada 5 Agustus, 12 Oktober, dan 6 November 2026. Namun hingga pertemuan terakhir, belum ada keputusan konkret terkait penyelesaian tunggakan gaji para pekerja.

BACA JUGA

RDP Ketiga DPRD Barsel Belum Beri Kepastian Gaji, Aset Site Patas Diminta Tak Dipindahkan

7 November 2026

BPBD Barsel Bagikan 1.500 Masker Gratis di Buntok

7 November 2026

“Terus terang kami kecewa. Sudah tiga kali RDP, tetapi perusahaan masih saja mengirim perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan. Lantas apa gunanya RDP kalau yang hadir tidak punya kewenangan menentukan kebijakan?” tegas Raden Sudarto.

Ia mempertanyakan keseriusan manajemen perusahaan dalam menghormati forum resmi DPRD. Menurutnya, RDP seharusnya tidak sekadar menjadi ruang penyampaian penjelasan, melainkan forum untuk mencari solusi dan menghasilkan keputusan.

“Jangan sampai RDP hanya jadi formalitas. Yang datang seharusnya orang yang bisa mengambil keputusan, bukan sekadar menyampaikan apa yang sudah diketahui. Karyawan butuh kepastian, bukan terus-menerus diberi penjelasan tanpa hasil,” ujarnya.

Raden Sudarto menegaskan, persoalan tunggakan gaji bukan perkara sepele karena menyangkut hak pekerja dan kebutuhan hidup keluarga mereka.

“Di balik setiap gaji yang belum dibayarkan, ada kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa terus menunggu,” ucapnya.

Dalam RDP ketiga tersebut, perwakilan karyawan kembali mendesak kepastian pembayaran gaji yang masih tertunggak. Mereka juga meminta aset kedua perusahaan di Site Patas tidak dipindahkan dan tetap menjadi jaminan hingga persoalan tunggakan diselesaikan, sebagaimana kesepakatan dalam RDP pada 5 Agustus 2026.

Raden Sudarto berharap proses penanganan persoalan tersebut di Kementerian Ketenagakerjaan RI tidak berhenti pada tahapan administratif semata, tetapi benar-benar menghasilkan penyelesaian yang konkret bagi para pekerja.

“Jangan sampai pekerja yang sudah menjalankan kewajibannya justru harus terus berjuang untuk mendapatkan haknya sendiri. Perusahaan harus bertanggung jawab. Jangan biarkan persoalan ini berlarut-larut tanpa kepastian,” pungkas H. Alek. (Abeh)

Previous Post

BPBD Barsel Bagikan 1.500 Masker Gratis di Buntok

Next Post

RDP Ketiga DPRD Barsel Belum Beri Kepastian Gaji, Aset Site Patas Diminta Tak Dipindahkan

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Berkedok Wahana Anak, Gelper di Batam Diduga Jadi Arena Judi

13 Maret 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Tapis dan Piil Pesenggiri: Menjahit Masa Lalu untuk Masa Depan Lampung

11 Agustus 2025

Disdik Barito Selatan Luncurkan Link Aduan Pendidikan, Pengelolaan Dana BOS hingga PIP Jadi Sorotan

12 Oktober 2026

UIN RIL Nobatkan Duta Raden Intan 2026

2 Mei 2026

Satlantas Polres Murung Raya Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan 40 Hutan Pinus Puruk Cahu

1 Maret 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.