LAMPUNG TIMUR, Jelajah.co – Tokoh pemuda Lampung, Maradoni, S.A.P., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polri, serta Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dalam memperkuat mitigasi konflik antara manusia dan gajah di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Maradoni menilai sinergi lintas sektor tersebut merupakan langkah strategis untuk menekan risiko konflik satwa liar yang kerap berdampak pada masyarakat desa penyangga.
“Mitigasi konflik harus dilakukan secara terencana, mulai dari pembangunan fisik, penguatan kawasan konservasi, hingga peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pengelolaan dan perlindungan TNWK. Menurutnya, komitmen internasional yang diperoleh Presiden Prabowo, termasuk dukungan Raja Charles dari Britania Raya, menjadi bukti bahwa Way Kambas mendapat perhatian dunia.
“Way Kambas bukan hanya aset daerah, tapi kebanggaan nasional dan internasional yang harus dijaga keberlanjutannya,” katanya.
Maradoni menegaskan pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan RI dan Balai TNWK telah menunjukkan keseriusan dalam menjaga kawasan konservasi yang dilindungi undang-undang sejak 1989, salah satunya melalui program reboisasi dan penanaman pohon.
“Reboisasi adalah keharusan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menekan konflik satwa liar,” ucapnya.
Terkait konflik gajah dengan masyarakat desa penyangga, ia menyambut baik rencana pembangunan kanal atau tanggul penghalang sebagai solusi konkret agar gajah tidak masuk ke permukiman dan merusak lahan pertanian warga.
Ia pun mengajak seluruh pihak, mulai dari Pemprov Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polri, Balai TNWK, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, hingga masyarakat dan mitra konservasi, untuk terus menjaga sinergi.
Maradoni juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan tetap mendukung kebijakan pemerintah demi menjaga kondusivitas wilayah.
“Taman Nasional Way Kambas harus dikelola secara berkelanjutan, memastikan satwa dilindungi terawat dengan baik, sekaligus masyarakat di sekitar kawasan merasa aman,” katanya.
Menutup pernyataannya, Maradoni yang dikenal dengan julukan Si Peci Merah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap bijak dan bersama-sama mengawal program pemerintah pusat.
“Mari kita dukung penuh kebijakan pemerintah dan menjaga suasana kondusif di Provinsi Lampung, khususnya di desa-desa penyangga Lampung Timur,” pungkasnya. (*)








