• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 24 Juni 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Tokoh Pemuda Dukung Mitigasi Konflik Gajah di Way Kambas

Redaksi by Redaksi
5 Februari 2026
in Lampung
A A
Share on FacebookShare on Twitter

LAMPUNG TIMUR, Jelajah.co – Tokoh pemuda Lampung, Maradoni, S.A.P., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polri, serta Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dalam memperkuat mitigasi konflik antara manusia dan gajah di kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Maradoni menilai sinergi lintas sektor tersebut merupakan langkah strategis untuk menekan risiko konflik satwa liar yang kerap berdampak pada masyarakat desa penyangga.

“Mitigasi konflik harus dilakukan secara terencana, mulai dari pembangunan fisik, penguatan kawasan konservasi, hingga peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

BACA JUGA

Tim Futsal MAN 1 Bandar Lampung Raih Juara 2 Lampung Student Olympic 2026 Piala Gubernur

24 Juni 2026

Dugaan Penerbitan Sporadik di Atas Lahan Bersertifikat Jadi Sorotan, Inspektorat Bandar Lampung Diminta Turun Tangan

23 Juni 2026

Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pengelolaan dan perlindungan TNWK. Menurutnya, komitmen internasional yang diperoleh Presiden Prabowo, termasuk dukungan Raja Charles dari Britania Raya, menjadi bukti bahwa Way Kambas mendapat perhatian dunia.

“Way Kambas bukan hanya aset daerah, tapi kebanggaan nasional dan internasional yang harus dijaga keberlanjutannya,” katanya.

Maradoni menegaskan pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan RI dan Balai TNWK telah menunjukkan keseriusan dalam menjaga kawasan konservasi yang dilindungi undang-undang sejak 1989, salah satunya melalui program reboisasi dan penanaman pohon.

“Reboisasi adalah keharusan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menekan konflik satwa liar,” ucapnya.

Terkait konflik gajah dengan masyarakat desa penyangga, ia menyambut baik rencana pembangunan kanal atau tanggul penghalang sebagai solusi konkret agar gajah tidak masuk ke permukiman dan merusak lahan pertanian warga.

Ia pun mengajak seluruh pihak, mulai dari Pemprov Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polri, Balai TNWK, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, hingga masyarakat dan mitra konservasi, untuk terus menjaga sinergi.

Maradoni juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan tetap mendukung kebijakan pemerintah demi menjaga kondusivitas wilayah.

“Taman Nasional Way Kambas harus dikelola secara berkelanjutan, memastikan satwa dilindungi terawat dengan baik, sekaligus masyarakat di sekitar kawasan merasa aman,” katanya.

Menutup pernyataannya, Maradoni yang dikenal dengan julukan Si Peci Merah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap bijak dan bersama-sama mengawal program pemerintah pusat.

“Mari kita dukung penuh kebijakan pemerintah dan menjaga suasana kondusif di Provinsi Lampung, khususnya di desa-desa penyangga Lampung Timur,” pungkasnya. (*)

Tags: Konflik Manusia dan GajahPemprov LampungWay Kambas
Previous Post

Kantor Imigrasi Bekasi Imbau Pemohon Paspor Segera Ambil Paspor untuk Hindari Pembatalan

Next Post

Bupati Barito Utara Buka Musrenbang RKPD 2027 di Lahei

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

DPP GASAK Desak Kejati dan BPK Audit Pengadaan Dinas Kominfo Pesisir Barat

16 Juni 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

PS 98 Provinsi Lampung Dukung Ade Jona Menjadi Ketua Umum HIPMI 2026–2029

5 Juni 2026

AWPI Kabupaten Malang Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Iduladha 1447 H

27 Mei 2026

Genangan Air Akibat Kolam Ikan, Warga Kenangan Jaya 3 Desak Satpol PP Tanjungpinang Bertindak

17 Juni 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.