BARITO SELATAN, Jelajah.co — Sebuah tongkang pengangkut batubara hanyut tanpa pengawalan di alur Sungai Barito, wilayah Desa Marawan Lama, Kabupaten Barito Selatan, Kamis (5/11/2026). Kondisi tongkang yang terbawa arus tanpa awak maupun kapal penarik itu sempat membuat warga bantaran sungai khawatir karena berpotensi menabrak lanting, rakit, hingga perahu milik masyarakat.
Berdasarkan keterangan warga, tongkang tersebut sebelumnya kandas saat debit air Sungai Barito surut. Namun, ketika air mulai pasang, tongkang yang semula terdampar perlahan bergeser hingga akhirnya hanyut mengikuti arus sungai.
Saat kejadian, tidak terlihat kapal penarik maupun upaya pengamanan terhadap tongkang tersebut. Warga pun mencemaskan pergerakannya yang dinilai dapat membahayakan aktivitas masyarakat di sepanjang aliran sungai.
“Kalau kapal itu menabrak lanting warga, maka bisa membuat ada korban dan kerugian sepihak untuk warga. Siapa yang akan bertanggung jawab?” ujar NL, warga setempat yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan.
NL berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk mengamankan tongkang sebelum terjadi insiden yang merugikan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Selatan, Joni Priawan, S.P., M.Si., mengaku belum mengetahui kejadian tersebut karena belum menerima laporan.
Menurut Joni, penanganan persoalan tongkang itu kemungkinan bukan menjadi kewenangan langsung Dishub. Meski demikian, pihaknya siap berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta instansi terkait apabila memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut.
“Seandainya masalah tersebut kami ketahui, kami akan segera menyampaikan kepada pihak KSOP dan pihak lainnya yang terkait sebagai mitra kami untuk menjaga perairan Sungai Barito tetap aman bagi pengguna alur perairan yang ada di Barito Selatan,” kata Joni.
Perkembangan terbaru disampaikan Camat Dusun Utara, Hadrianus, Dipl. Rad., SKM. Ia mengatakan tongkang yang sebelumnya hanyut dari Desa Marawan Lama kini telah tersandar di kawasan Dusun Mantarem.
“Tongkang tersebut sudah tersandar di Dusun Mantarem dan saat ini menunggu takbud datang untuk menariknya,” ujar Hadrianus.
Meski telah tersandar, proses penarikan tetap perlu segera dilakukan untuk memastikan tongkang tidak kembali hanyut dan membahayakan warga maupun pengguna alur Sungai Barito lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pemilik tongkang maupun perusahaan yang mengoperasikannya belum diketahui. Belum ada pula keterangan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pengamanan tongkang tersebut.
Warga berharap KSOP dan instansi berwenang segera menindaklanjuti kejadian ini, termasuk memastikan proses penarikan tongkang berjalan aman. Keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Sungai Barito harus menjadi perhatian utama. (Abeh)








