• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Jumat, 6 November 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Kalteng

Tongkang Batubara Hanyut Tanpa Pengawalan di Sungai Barito, Warga Marawan Lama Khawatir Tabrak Lanting

Redaksi by Redaksi
6 November 2026
in Kalteng
A A
Share on FacebookShare on Twitter

BARITO SELATAN, Jelajah.co — Sebuah tongkang pengangkut batubara hanyut tanpa pengawalan di alur Sungai Barito, wilayah Desa Marawan Lama, Kabupaten Barito Selatan, Kamis (5/11/2026). Kondisi tongkang yang terbawa arus tanpa awak maupun kapal penarik itu sempat membuat warga bantaran sungai khawatir karena berpotensi menabrak lanting, rakit, hingga perahu milik masyarakat.

Berdasarkan keterangan warga, tongkang tersebut sebelumnya kandas saat debit air Sungai Barito surut. Namun, ketika air mulai pasang, tongkang yang semula terdampar perlahan bergeser hingga akhirnya hanyut mengikuti arus sungai.

Saat kejadian, tidak terlihat kapal penarik maupun upaya pengamanan terhadap tongkang tersebut. Warga pun mencemaskan pergerakannya yang dinilai dapat membahayakan aktivitas masyarakat di sepanjang aliran sungai.

BACA JUGA

Pemkab Barsel Kembali Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan hingga 22 November

6 November 2026

Camat Dusun Utara Buka Perayaan Hari Bapak GKE Se-Kawasan Resort Ayuh Bamanen di Majundre

6 November 2026

“Kalau kapal itu menabrak lanting warga, maka bisa membuat ada korban dan kerugian sepihak untuk warga. Siapa yang akan bertanggung jawab?” ujar NL, warga setempat yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan.

NL berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk mengamankan tongkang sebelum terjadi insiden yang merugikan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Selatan, Joni Priawan, S.P., M.Si., mengaku belum mengetahui kejadian tersebut karena belum menerima laporan.

Menurut Joni, penanganan persoalan tongkang itu kemungkinan bukan menjadi kewenangan langsung Dishub. Meski demikian, pihaknya siap berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta instansi terkait apabila memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut.

“Seandainya masalah tersebut kami ketahui, kami akan segera menyampaikan kepada pihak KSOP dan pihak lainnya yang terkait sebagai mitra kami untuk menjaga perairan Sungai Barito tetap aman bagi pengguna alur perairan yang ada di Barito Selatan,” kata Joni.

Perkembangan terbaru disampaikan Camat Dusun Utara, Hadrianus, Dipl. Rad., SKM. Ia mengatakan tongkang yang sebelumnya hanyut dari Desa Marawan Lama kini telah tersandar di kawasan Dusun Mantarem.

“Tongkang tersebut sudah tersandar di Dusun Mantarem dan saat ini menunggu takbud datang untuk menariknya,” ujar Hadrianus.

Meski telah tersandar, proses penarikan tetap perlu segera dilakukan untuk memastikan tongkang tidak kembali hanyut dan membahayakan warga maupun pengguna alur Sungai Barito lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pemilik tongkang maupun perusahaan yang mengoperasikannya belum diketahui. Belum ada pula keterangan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pengamanan tongkang tersebut.

Warga berharap KSOP dan instansi berwenang segera menindaklanjuti kejadian ini, termasuk memastikan proses penarikan tongkang berjalan aman. Keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sepanjang Sungai Barito harus menjadi perhatian utama. (Abeh)

Previous Post

Pekerja Tewas Terlindas Forklift di Garuntang, Fatikhatul Khoiriyah Desak Evaluasi K3 Perusahaan

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Tapis dan Piil Pesenggiri: Menjahit Masa Lalu untuk Masa Depan Lampung

11 Agustus 2025

Berkedok Wahana Anak, Gelper di Batam Diduga Jadi Arena Judi

13 Maret 2026

UIN RIL Nobatkan Duta Raden Intan 2026

2 Mei 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Disdik Barito Selatan Luncurkan Link Aduan Pendidikan, Pengelolaan Dana BOS hingga PIP Jadi Sorotan

12 Oktober 2026

Satlantas Polres Murung Raya Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan 40 Hutan Pinus Puruk Cahu

1 Maret 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.