Bandar Lampung, Jelajah.co — Ribuan umat Buddha di Lampung memperingati Hari Raya Waisak 2569 BE dengan penuh khidmat dan kedamaian, Senin (12/5). Prosesi ibadah dan perayaan berlangsung di sejumlah vihara utama di Bandar Lampung, seperti Vihara Amurwa Bumi Graha, Vihara Thay Hin Bio, dan Vihara Po Sen Taiti.
Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, jumlah umat Buddha di provinsi ini mencapai lebih dari 17.000 jiwa, tersebar di berbagai kabupaten/kota, dengan konsentrasi terbanyak di Bandar Lampung, Metro, dan Lampung Tengah.
Perayaan tahun ini mengusung tema nasional “Untuk Hidup Bahagia Sebagai Makhluk dan Manusia, Marilah Kita Meningkatkan Kesadaran untuk Menghindari Keserakahan di Tengah Krisis Global”.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan puja bakti, meditasi, dan pembacaan paritta suci.
Di Vihara Thay Hin Bio, umat juga melakukan tradisi pelepasan lampion dan burung sebagai simbol pembebasan dari penderitaan dan doa-doa damai bagi semesta. Suasana haru dan damai menyelimuti seluruh prosesi.
Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Lampung, Bhikkhu Dhammasuci Mahathera (Subandi Hartanto), mengajak umat untuk terus menjaga toleransi antar umat beragama.
“Waisak bukan hanya tentang kebahagiaan bagi umat Buddha, tapi menjadi momen refleksi bagi semua untuk hidup dalam cinta kasih, tanpa kekerasan dan kebencian,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung turut hadir dalam perayaan ini melalui perwakilan dari Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung yang diketuai oleh Drs. Hi. Miftahul Huda, M.M.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga semangat moderasi beragama sebagai pilar keharmonisan bangsa.
Hari Raya Waisak juga bertepatan dengan libur nasional dan cuti bersama, yang dimanfaatkan banyak warga untuk turut menyaksikan prosesi serta menikmati wisata budaya yang ditawarkan vihara-vihara di kota. (Sadam)







