BUNTOK, Jelajah.co — Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha membuka Bakti Sosial Operasi Buta Katarak bertajuk “Satu Cahaya, Berjuta Cerita” di halaman Laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Barito Selatan bersama PT Adaro Indonesia, PT Saptaindra Sejati (AlamTri), PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), dan CV Pelita Pusaka Indomedika.
Program sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Barito Selatan. Antusiasme warga terlihat sejak pagi, terutama saat mengikuti tahapan pemeriksaan atau screening sebelum menjalani operasi.
Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Barsel dr. Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD, jajaran Forkopimda, perwakilan manajemen perusahaan, serta tenaga medis.
Dalam sambutannya, Khristianto Yudha mengapresiasi dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan mata.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menyambut baik dan sangat berterima kasih atas program yang dilaksanakan oleh perusahaan. Operasi katarak ini sangat membantu masyarakat kita, terutama lansia yang kesulitan melihat dan terkendala biaya. Ini adalah kolaborasi yang harus terus dilanjutkan,” ujar Khristianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Barsel dr. Dadang Baskoro Nugroho mengatakan sebanyak 51 mata atau warga menjadi sasaran operasi katarak gratis tahun ini.
Menurut Dadang, kegiatan tersebut difokuskan pada masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak, yang banyak berkaitan dengan faktor usia.
“Jadi pada hari ini dilakukan kolaborasi dari Pemerintah Daerah melalui Dinkes Barsel dengan PT Adaro, PT SIS, dan PT BUMA untuk membantu masyarakat yang mengalami buta katarak. Kebutaan banyak sebabnya, tapi yang kita sasar kali ini khusus katarak karena faktor usia,” jelas Dadang.
Untuk mempercepat pelayanan, panitia menghadirkan tiga dokter spesialis mata. Langkah tersebut dilakukan agar pasien tidak harus menunggu terlalu lama selama proses pelayanan.
Warga yang mengikuti kegiatan berasal dari sejumlah kecamatan, di antaranya Dusun Selatan, Dusun Utara, Gunung Bintang Awai hingga Jenamas. Mereka mengikuti proses screening sejak pagi sebelum mendapatkan tindakan medis.
Dadang menyebut kegiatan operasi katarak gratis tersebut merupakan program yang relatif rutin dilaksanakan setiap tahun. Ia berharap dukungan berbagai pihak dapat terus berlanjut sehingga jumlah penerima manfaat pada tahun berikutnya dapat ditingkatkan.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan foto bersama serta peninjauan langsung Khristianto Yudha ke lokasi screening. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya warga lanjut usia, memperoleh kembali kualitas penglihatan tanpa terbebani biaya operasi.(Abeh)








