BANDAR LAMPUNG, Jelajah.co — Ketua Terpilih Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Bandar Lampung periode 2026–2030, Afrizal, mulai mematangkan susunan kepengurusan dengan melibatkan berbagai elemen dalam ekosistem olahraga biliar.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah merangkul pemilik dan pengelola rumah biliar untuk masuk dalam struktur kepengurusan POBSI Bandar Lampung periode 2026–2030.
Langkah tersebut dinilai penting karena rumah biliar menjadi salah satu pusat aktivitas latihan sekaligus pembinaan atlet di Kota Bandar Lampung.
Pembahasan struktur kepengurusan dilakukan melalui rapat tim formatur yang dipimpin Afrizal dan dihadiri Wakil Ketua II Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Pengprov POBSI Lampung, Hendri Atmajaya, serta sejumlah perwakilan pengelola rumah biliar.
Rapat berlangsung di Faxi Billiard and Coffee, Jalan Cendana 2 Nomor 20, Rawa Laut, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Minggu (4/10/2026).
Afrizal mengatakan pelibatan pengelola rumah biliar bukan sekadar untuk memenuhi struktur organisasi, melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara POBSI dengan pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan olahraga biliar.
“Sinergi antara pengurus POBSI dan pengelola rumah biliar sangat krusial. Rumah biliar merupakan tempat latihan utama para atlet. Dengan memasukkan mereka ke dalam struktur kepengurusan, komunikasi dan sinkronisasi program pembinaan atlet diharapkan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan terarah,” ujar Afrizal.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga diharapkan mempermudah proses penjaringan serta pembinaan atlet-atlet muda potensial di Kota Bandar Lampung.
Sejumlah pemilik dan pengelola rumah biliar yang disebut masuk dalam kepengurusan POBSI Bandar Lampung periode 2026–2030 antara lain Febriansyah dan Nicho Rifki (Drachen), Sen-sen (Lengs), Ayu Khrisna Aisyah (Rizqi Biliar), Reza Pahlevi (Kalevi), Michael Apriawan (City Biliar), Martogi P. Sinaga (Jcores), Darren Sugiri (Opera), Yeheskiel Butar-Butar (Gorga), M. Rizqillah Ifan Thalib (Jflowers), Revaldi Gumay (Coexist), Agus Bunyamin (Colony), Asep Setiawan (Cabrio), M. Fahruli Rambe (Rumah Biliar), serta Ade Fauzun (AW Biliar).
Namun, Afrizal belum merinci posisi atau jabatan yang akan ditempati masing-masing pemilik dan pengelola rumah biliar tersebut.
Tim formatur masih melakukan penyusunan dan pematangan struktur organisasi dengan mempertimbangkan unsur profesionalisme, kolaborasi dan keterwakilan berbagai elemen olahraga biliar.
Afrizal berharap kepengurusan baru nantinya tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga mampu menjalankan program pembinaan secara berkelanjutan serta membuka ruang lebih luas bagi atlet untuk berkembang.
“Kami berharap kepengurusan ini dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh insan biliar di Bandar Lampung. Dengan sinergi dan kerja sama semua pihak, mudah-mudahan prestasi olahraga biliar Bandar Lampung dapat terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya. (Red)








