• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Selasa, 3 November 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

ALAK Soroti Dugaan Pungutan Daftar Ulang di MTsN 2 Bandar Lampung, Minta Kemenag Lakukan Klarifikasi

Redaksi by Redaksi
28 Juli 2026
in Lampung, Pendidikan
A A
Oplus_16908288

Oplus_16908288

Share on FacebookShare on Twitter

BANDAR LAMPUNG, Jelajah.co – Aliansi Lembaga Anti Korupsi (ALAK) Lampung menyoroti dugaan adanya pungutan dalam proses daftar ulang calon peserta didik baru di MTsN 2 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2026/2027. Organisasi tersebut meminta Kementerian Agama melakukan klarifikasi dan pemeriksaan untuk memastikan mekanisme daftar ulang berjalan sesuai ketentuan.

Penggerak Anti Korupsi ALAK, Nopiyanto, mengatakan pihaknya menerima informasi dan pengaduan dari sejumlah orang tua calon peserta didik yang mengaku diminta melakukan pembayaran saat proses daftar ulang.

Menurutnya, informasi tersebut masih berupa dugaan dan perlu diklarifikasi secara terbuka oleh pihak madrasah. Namun, apabila pembayaran tersebut bersifat wajib atau dijadikan syarat penyelesaian administrasi, maka hal itu perlu ditelusuri lebih lanjut kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BACA JUGA

Dugaan Pungli, Jual-Beli Blok hingga Sewa HP Disorot, ALAM BAKA Tantang Seluruh Kalapas Buka Suara

2 November 2026

RSPTN Harus Menjadi Pusat Kesehatan, Riset, dan Pendapatan Unila

2 November 2026

“Setiap kebijakan yang berkaitan dengan pembiayaan peserta didik di satuan pendidikan negeri harus memiliki dasar hukum yang jelas, dilakukan secara transparan, dan tidak boleh menghilangkan hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan,” ujar Nopiyanto.

ALAK juga menyoroti informasi yang menyebut pembayaran tersebut diperuntukkan bagi penyediaan seragam sekolah. Menurut organisasi itu, kebutuhan seragam tidak serta-merta dapat dijadikan dasar penarikan pembayaran yang bersifat wajib apabila tidak memiliki landasan hukum yang jelas.

Selain itu, ALAK mengingatkan adanya perbedaan antara pungutan, sumbangan, dan bantuan. Pungutan bersifat wajib dengan nominal dan waktu yang telah ditentukan, sedangkan sumbangan atau bantuan harus diberikan secara sukarela tanpa paksaan maupun penetapan nominal tertentu.

ALAK menilai ketentuan dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2020 tentang Komite Madrasah mengatur penghimpunan bantuan atau sumbangan masyarakat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, namun tidak dapat dijadikan dasar untuk menarik pungutan wajib kepada peserta didik di madrasah negeri.

Atas dasar itu, ALAK mendesak Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, serta Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap mekanisme daftar ulang di MTsN 2 Bandar Lampung.

Menurut ALAK, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah terdapat dasar hukum atas pembayaran yang dimaksud, apakah pembayaran bersifat wajib atau sukarela, apakah terdapat penetapan nominal tertentu, serta apakah pembayaran dijadikan syarat dalam proses administrasi daftar ulang.

Hingga berita ini diterbitkan, Jelajah.co masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak MTsN 2 Bandar Lampung, Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung terkait dugaan tersebut. (Red)

Previous Post

GIPAK Desak Kejati Lampung Ambil Alih Dugaan Korupsi Proyek Rabat Beton Rp24 Miliar di Lampung Timur

Next Post

Frits Saikat Soroti Kinerja Perumda Tirta Patriot, Desak Evaluasi Direksi

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

ASN Barsel Diminta Segera Pindah KTP, BKPSDM Ingatkan Batas Akhir Oktober

4 Oktober 2026

Tapis dan Piil Pesenggiri: Menjahit Masa Lalu untuk Masa Depan Lampung

11 Agustus 2025

UIN RIL Nobatkan Duta Raden Intan 2026

2 Mei 2026

Berkedok Wahana Anak, Gelper di Batam Diduga Jadi Arena Judi

13 Maret 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Satlantas Polres Murung Raya Bubarkan Aksi Balap Liar di Jalan 40 Hutan Pinus Puruk Cahu

1 Maret 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.