Bandar Lampung, Jelajah.co — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional 05 Bandar Lampung mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3,57 triliun hingga April 2026 kepada 66.057 debitur di wilayah Lampung dan Bengkulu.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Regional Micro Banking Head BRI Bandar Lampung, Rahmad Budi Sulistia, mengatakan penyaluran KUR di wilayah Lampung dan Bengkulu masih didominasi sektor pertanian sesuai dengan potensi daerah.
Dari total penyaluran KUR Mikro BRI, sektor pertanian memperoleh porsi sebesar 58,72 persen atau setara Rp2,09 triliun.
Menurut Rahmad, dominasi sektor pertanian menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha produktif yang memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
“Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau, pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah,” ujar Rahmad., Selasa (12/05/2026).
Ia menambahkan, penyaluran KUR juga menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap agenda pembangunan nasional yang sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, pemerataan pembangunan, dan penciptaan lapangan kerja.
Meski terus memperluas akses pembiayaan, BRI tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran kredit.
“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pemberdayaan agar UMKM tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain penyaluran pembiayaan, BRI Region 5 Bandar Lampung juga memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM melalui berbagai program pendampingan usaha.
Hingga April 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau 561 desa, sementara program Klasterku Hidupku membina 3.866 klaster usaha di wilayah Lampung dan Bengkulu.
BRI juga terus mendorong penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui platform digital LinkUMKM. Hingga April 2026, sebanyak 124.691 pelaku usaha telah memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh edukasi, pelatihan usaha, literasi keuangan, hingga pengembangan kapasitas bisnis dan akses pasar digital.
Sementara itu, Rumah BUMN BRI Bandar Lampung yang berada di Bakauheni dan Manna tercatat aktif mendampingi 7.388 UMKM melalui 188 pelatihan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha dan literasi keuangan.
Rahmad menegaskan dukungan BRI kepada UMKM tidak hanya sebatas akses modal, tetapi juga pendampingan usaha dan edukasi finansial agar pelaku usaha mampu berkembang secara adaptif dan berkelanjutan.
“Ke depan, BRI Region 5 Bandar Lampung akan terus mendorong penyaluran KUR yang fokus pada sektor produktif agar pembiayaan yang diberikan mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat,” tegasnya. (Red)







