• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 22 Maret 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Disdik Mesuji Klaim Volume Proyek Revitalisasi Sudah Diperbaiki, Pola Penawaran Tunggal Picu Kecurigaan

Redaksi by Redaksi
1 Juni 2025
in Lampung, Pemerintahan, Pendidikan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Mesuji, Jelajah.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mesuji akhirnya merespons dugaan pengurangan volume pekerjaan pada proyek-proyek revitalisasi sekolah dasar dan menengah. Namun, di balik klaim perbaikan volume tersebut, terungkap fakta lain yang tak kalah mengkhawatirkan: tujuh dari sebelas proyek revitalisasi hanya menghasilkan satu penawaran meski peserta tender lebih dari satu.

Hal ini menimbulkan dugaan kuat adanya pola pengondisian tender yang sistematis.

Gerry Novri Hartoni, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Disdik Mesuji, menjelaskan bahwa kekurangan volume yang ditemukan saat pelaksanaan proyek telah diperbaiki di lapangan. Ia mengklaim, seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan.

BACA JUGA

UIN Raden Intan Dirikan Posko Ramah Pemudik di Masjid Raya Airan

19 Maret 2026

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Triga Lampung Sebut Teror Demokrasi

18 Maret 2026

“Semua volume yang sebelumnya diduga kurang itu sudah kami perbaiki. Kami bisa buktikan melalui dokumen kontrak dan laporan pengawasan,” ujarnya saat hadir di Kantor Media Jelajah.co, Jumat (31/05/2025).

Menanggapi dugaan pengondisian pemenang tender, Gerry enggan berkomentar.

“Kalau hanya satu yang memasukkan penawaran, ya itu yang difollow-up dan dimenangkan. Semua sesuai regulasi,” imbuhnya.

Tujuh Proyek, Satu Penawaran: Kebetulan atau Pola Sistemik?

Data yang dihimpun menunjukkan adanya pola yang mencurigakan. Dari sebelas proyek revitalisasi sekolah yang dilelang menggunakan sistem Pascakualifikasi Satu File Metode Gugur, tujuh proyek hanya memiliki satu penawaran masuk meski jumlah peserta tender lebih dari satu.

Berikut rinciannya:

  • Revitalisasi SMPN 9 Mesuji: 8 peserta, 1 penawaran

  • Revitalisasi SDN 2 Mesuji: 5 peserta, 1 penawaran

  • Revitalisasi SMPN 8 Mesuji: 3 peserta, 1 penawaran

  • Revitalisasi SMPN 5 Mesuji: 4 peserta, 1 penawaran

  • Revitalisasi SDN 1 Panca Jaya: 4 peserta, 1 penawaran

  • Revitalisasi SMPN 10 Mesuji: 3 peserta, 1 penawaran

  • Revitalisasi SDN 5 Mesuji: 4 peserta, 1 penawaran

Pola ini berbeda dengan proyek-proyek lain yang memiliki lebih dari satu penawaran, seperti:

  • SDN 13 Way Serdang (2 penawaran dari 5 peserta)

  • SMPN 16 Mesuji (2 penawaran dari 5 peserta)

  • SDN 16 Tanjung Raya (2 penawaran dari 10 peserta)

  • SDN 3 Mesuji Timur (4 penawaran dari 21 peserta)

Aktivis pemantau anggaran menyebut fenomena ini sebagai anomali serius. “Ini bukan lagi soal kurangnya minat penyedia. Tujuh proyek dengan peserta lebih dari tiga tapi cuma satu penawaran masuk? Itu bukan kebetulan. Ada pola yang harus dibongkar,” kata seorang aktivis yang enggan disebutkan namanya.

Meski Disdik Mesuji mengklaim perbaikan volume pekerjaan telah dilakukan, publik tetap menuntut akuntabilitas lebih dalam. Desakan agar dokumen pengawasan, laporan mutu pekerjaan, serta berita acara serah terima dibuka ke publik semakin kuat.

“Kalau tidak ada yang disembunyikan, maka seharusnya tidak sulit menunjukkan bukti. Kami juga mendesak audit menyeluruh terhadap semua proyek ini,” tegas aktivis tersebut.

Sejumlah pihak juga mendorong agar UKPBJ Kabupaten Mesuji memberikan penjelasan terbuka mengenai proses evaluasi tender dan alasan teknis di balik hanya satu penawaran yang lolos dalam tujuh proyek sekaligus.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak UKPBJ Mesuji terkait temuan ini. (Red)

Previous Post

LSM Simulasi: Gubernur Muda Harus Selamatkan Hutan dan Anggaran

Next Post

Pancasila: Hidup di Spanduk, Mati di Kebijakan

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Berkah Ramadan, HKSL Lampung Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Santunan dan Buka Puasa Bersama

8 Maret 2026

ALAK Soroti Dugaan Manipulasi Anggaran dan Mark Up Pengadaan di Puskesmas Pringsewu

6 Maret 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Lebaran: Antara Iklan Sirup dan Realita yang ‘Pixelated’

13 Maret 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.