• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Selasa, 16 Desember 2025
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Pancasila: Hidup di Spanduk, Mati di Kebijakan

Redaksi by Redaksi
1 Juni 2025
in Sudut Pandang
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: A. Zahriansyah

Pancasila, yang katanya dasar negara dan panduan hidup berbangsa, kini lebih sering muncul dalam pidato seremoni dan spanduk upacara ketimbang dalam tindakan nyata para pejabat. Lebih ironis lagi, ia hadir di permukaan saat ada anggaran, dan menghilang saat rakyat menagih keadilan.

Hari ini, kita dipertontonkan bagaimana DPRD dan para pemegang kuasa anggaran merampok uang negara dengan alasan pembangunan. Padahal, yang dibangun hanya ilusi, sedangkan yang dihancurkan adalah kepercayaan publik. Mereka bicara Pancasila, tetapi yang mereka agungkan hanyalah proyek, markup, dan permainan tender. Pancasila hanya “diperingati” satu hari dalam setahun, lalu dilupakan 364 hari lainnya.

BACA JUGA

Oplus_131072

Ketika Uang Menjadi Penentu Nasib

19 November 2025
Oplus_131072

SMA Siger Sudah Menyala, Pemerintah (Thom) Masih Sibuk Mencari Saklarnya

18 November 2025

Di sekolah-sekolah, Pancasila tidak lagi digaungkan sebagai nilai hidup. Ia tergantikan oleh hafalan kosong, upacara rutin, tanpa pemaknaan yang membumi. Padahal, generasi muda berhak belajar tentang keadilan, gotong royong, dan keberpihakan pada kebenaran. Tapi bagaimana mungkin nilai itu bisa tumbuh jika para pengambil kebijakan sendiri justru mengkhianatinya?

Lebih parah, otonomi daerah yang seharusnya membawa keadilan dan pelayanan lebih baik, malah menjadi ruang subur untuk korupsi berjemaah. Etos kerja di banyak pemerintah daerah jauh dari semangat pengabdian. Yang ada hanyalah kepentingan kelompok, kelindan nepotisme, dan pengkhianatan terhadap sumpah jabatan.

Pancasila bukan sekadar lima sila di dinding kantor pemerintahan. Ia seharusnya hidup di dada dan jiwa para pemangku kepentingan. Tapi hari ini, yang kita lihat adalah porak-porandanya nilai keadilan, matinya musyawarah yang jujur, dan kemanusiaan yang dikhianati oleh pejabat sendiri.

Kini, rakyat harus bersuara. Media harus kritis. LSM dan gerakan sipil harus bangkit. Pancasila harus direbut kembali dari tangan-tangan kotor yang merampasnya dengan APBD. Jika tidak, yang tersisa hanyalah simbol kosong dan kita akan terus dikhianati atas nama ideologi yang seharusnya suci.

Previous Post

Disdik Mesuji Klaim Volume Proyek Revitalisasi Sudah Diperbaiki, Pola Penawaran Tunggal Picu Kecurigaan

Next Post

Lomba Kicau Mania Perdana di Mapolres Pringsewu Hadiah Utama Sepeda Motor

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Warga Komplek Puri Asih Sejahtera Tolak Sengketa Lahan, PN Bekasi Lakukan Peninjauan Setempat

2 Desember 2025

FORMALIS Lampung Gelar Aksi Besar Terkait Dugaan Mafia BBM Subsidi di Tanggamus

30 November 2025

BSP 2025: Solidaritas untuk Palestina Mengalir dari Sungai Mahakam Kalimantan Timur

25 November 2025

ALAK Serukan Penyidikan Dugaan KKN di Dinsos dan DLH Lampung, Kejati Diminta Bertindak

27 November 2025

Sekdaprov Lampung Raih Penghargaan Vision Terbaik pada ASKOMPSI Digital Leadership Government Award 2025

20 November 2025

Murah Banget! Segini Tarif Jika Kamu Berlangganan Air PDAM Way Rilau di 2025

23 Mei 2025
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.