JAKARTA, Jelajah.co – Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) mendesak DPP PDI Perjuangan memecat Prayitno, anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, menyusul dugaan pemukulan terhadap warga dan kru musik organ tunggal di atas panggung.
Desakan itu tetap disuarakan meski perkara tersebut dikabarkan telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui kesepakatan damai dan saling memaafkan. FORMMASI menilai penyelesaian tersebut tidak serta-merta menghapus persoalan etik yang melekat pada seorang pejabat publik apabila dugaan kekerasan itu terbukti.
Ketua Umum FORMMASI, Sapriyansah atau yang akrab disapa Sah, mengatakan DPP PDI Perjuangan harus mengambil sikap tegas terhadap kadernya yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
“Penyelesaian secara kekeluargaan tidak menghilangkan kenyataan bahwa Saudara Prayitno telah melakukan pemukulan terhadap wong cilik di muka umum secara sadar dan sengaja,” ujar Sapriyansah dalam keterangannya, Selasa.
Insiden yang menjadi sorotan itu diduga melibatkan kru musik organ tunggal dan warga yang berada di atas panggung, di antaranya Wendi Firnando dan Jevi Andrian. Berdasarkan informasi yang disampaikan FORMMASI, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan ketika Prayitno hendak bernyanyi dan merasa tidak kunjung mendapat giliran atau kurang dihargai.
FORMMASI menilai dugaan tindakan kekerasan tersebut perlu menjadi perhatian serius partai, terlebih PDI Perjuangan selama ini dikenal mengusung identitas sebagai partai wong cilik.
Sapriyansah menyayangkan dugaan perilaku kekerasan yang melibatkan seorang anggota legislatif. Menurutnya, partai politik perlu memastikan kader yang duduk di lembaga publik tetap bertanggung jawab atas perilakunya dan tidak mengabaikan dugaan pelanggaran etik hanya karena persoalan telah diselesaikan secara personal.
Atas dasar itu, FORMMASI mendesak DPP PDI Perjuangan menjatuhkan sanksi tegas berupa pemecatan tidak dengan hormat terhadap Prayitno apabila dugaan pelanggaran tersebut terbukti melalui pemeriksaan yang semestinya.
FORMMASI juga memperingatkan akan menggelar aksi massa di Jakarta jika desakan mereka tidak mendapat tanggapan dari pengurus pusat partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
“Apabila DPP PDI Perjuangan tidak mengambil tindakan konkret dan tegas, kami akan memobilisasi pemuda dan mahasiswa Lampung di Jakarta untuk mengepung kantor DPP PDI Perjuangan,” pungkas Sah.
Desakan tersebut menempatkan DPP PDI Perjuangan pada tuntutan untuk merespons dugaan perilaku kadernya. Sementara itu, klarifikasi dari Prayitno dan pihak-pihak terkait diperlukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi kejadian serta penyelesaian yang disebut telah dilakukan. (Red)








