BARITO SELATAN, Jelajah.co – Kecelakaan helikopter yang digunakan untuk operasi water bombing dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, turut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan.
BPBD Barsel menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan berharap seluruh awak serta penumpang helikopter dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepala Pelaksana BPBD Barito Selatan, Agus In’ Yulius, ST, MT, mengatakan informasi mengenai kecelakaan helikopter tersebut awalnya beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan instan. Jajaran BPBD Barsel kemudian memantau perkembangan informasi terkait peristiwa itu.
“Helikopter untuk penanganan karhutla (water bombing) di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dikabarkan mengalami kecelakaan (crash) di sekitar Pematang Limau, Resor Sungai Perlu, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting,” ujar Agus, Rabu (4/11/2026).
Menurut Agus, berdasarkan informasi awal yang beredar, helikopter tersebut diduga berjenis Mi-17 dengan nomor registrasi HA-5235.
Namun, ia menegaskan bahwa informasi mengenai identitas penumpang, awak helikopter, serta kondisi mereka masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Untuk identitas penumpang dan awak serta kondisi mereka, tentu kita menunggu informasi resmi dari pihak yang berwenang,” katanya.
Agus mengatakan musibah tersebut menjadi perhatian serius bagi jajaran penanggulangan bencana di Kalimantan Tengah. Awak helikopter water bombing, kata dia, berada di garis depan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun menjadi ancaman di wilayah tersebut.
BPBD Barsel berharap proses pencarian, penanganan, dan evakuasi dapat berjalan lancar serta seluruh awak dan penumpang helikopter diberikan keselamatan.
“Semoga seluruh penumpang dan awak helikopter dalam keadaan selamat. Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi. Kami bersama keluarga dan rekan-rekan mereka berharap mereka dapat pulang dengan selamat,” ungkap Agus.
Hingga informasi ini disampaikan, BPBD Barsel masih menunggu perkembangan dan keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kecelakaan helikopter water bombing tersebut. (Abeh)








