• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 8 Maret 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Kegagalan PJ Gubernur Lampung: Cermin Buram Kepemimpinan yang Sarat Problem

Redaksi by Redaksi
19 Januari 2025
in Lampung, Nusantara, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Indra Mustain, Ketua DPP AKAR Lampung

Jelajah.co – Kepemimpinan sejatinya adalah kemampuan untuk memahami dan menyelesaikan persoalan demi kesejahteraan masyarakat. Namun, di bawah kendali PJ Gubernur Lampung saat ini, harapan akan perbaikan justru menjelma menjadi sederet kegagalan yang mencolok di mata publik.

Salah satu bukti nyata adalah melonjaknya defisit dan utang Pemprov Lampung. Kebijakan yang diambil bukan hanya tidak efektif, melainkan memperburuk situasi finansial daerah. Bukan rahasia lagi, kondisi ini menunjukkan lemahnya perencanaan anggaran yang seharusnya menjadi prioritas utama.

BACA JUGA

Bupati Barito Utara Hadiri Buka Puasa Bersama PAKUWOJO, Serukan Penguatan Silaturahmi

8 Maret 2026

Bupati Murung Raya Hadiri Pentahbisan Penatua dan Diakon GKE Hosana Puruk Cahu

8 Maret 2026

Pengelolaan aset daerah pun tidak luput dari sorotan tajam. Aset-aset strategis yang semestinya menjadi penopang ekonomi daerah malah menjadi sumber konflik. Pemerintah terkesan abai dalam memastikan aset tersebut dikelola dengan baik dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, kinerja BUMD yang terus merugi mengindikasikan buruknya pengawasan pemerintah terhadap entitas bisnis yang seharusnya menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Bukannya menyumbang pendapatan, BUMD malah menjadi beban anggaran.

Lebih ironis, kebijakan yang tidak populis terus menambah daftar panjang kegagalan. Konflik seputar impor tepung tapioka oleh perusahaan besar tanpa mengindahkan aturan yang berlaku menunjukkan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap petani lokal. Dampaknya, harga singkong anjlok dan memicu gelombang aksi petani. Bukannya hadir sebagai solusi, PJ Gubernur justru memilih “menghilang” dari sorotan.

Banjir yang melanda Lampung beberapa waktu lalu adalah bukti lain dari buruknya tata kelola lingkungan dan minimnya mitigasi bencana. Respons pemerintah terbilang lamban, sementara masyarakat terpaksa berjuang sendiri menghadapi dampak bencana. Bahkan, keberadaan gubernur saat bencana berlangsung menjadi teka-teki besar.

Masalah lainnya adalah kurangnya penyerapan aspirasi masyarakat. Konflik di Sugar Group Companies (SGC), yang dilaporkan oleh AKAR, hingga aksi berbagai elemen masyarakat lainnya, seakan dianggap angin lalu oleh pemerintah. Padahal, ini adalah cerminan bagaimana pemerintah gagal memahami kebutuhan rakyatnya.

Kebijakan soal Kota Baru pun tidak lebih dari sebuah proyek “mimpi di siang bolong.” Di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit, kebijakan ini tampak tidak relevan dan hanya menjadi ambisi pribadi tanpa mempertimbangkan kenyataan di lapangan.

Tak berhenti di situ, polemik lelang jabatan, termasuk untuk kepala sekolah, memunculkan pertanyaan besar tentang integritas dan transparansi pemerintah. Protes publik yang muncul menunjukkan betapa lemahnya pengelolaan birokrasi yang hanya memicu ketidakpercayaan masyarakat.

Rangkaian kegagalan ini tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan teknis semata. Ini adalah cerminan dari kepemimpinan yang tidak mampu merespons tantangan dan kebutuhan masyarakat. Jika kondisi ini terus dibiarkan, Lampung akan terjebak dalam lingkaran masalah yang sama, tanpa ada perubahan signifikan.

Kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk mendengarkan, memahami, dan bertindak demi kepentingan rakyat. Sudah saatnya masyarakat Lampung bersuara lebih lantang agar pemerintahan ini segera tersadar dari tidur panjangnya. Red)

Previous Post

PMII PKC Lampung: Banjir Gagal Diatasi Akibat Buruknya Tata Kelola Lingkungan Dan Kelalaian Pemerintah

Next Post

“Banjir di Teluk Betung: Ketika Kepedulian Menjadi Sinar di Tengah Derita”

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

ALAK Soroti Dugaan Manipulasi Anggaran dan Mark Up Pengadaan di Puskesmas Pringsewu

6 Maret 2026
Oplus_16908288

BUMDes Kilu Andan Disorot, Dugaan Bagi Hasil dan Nepotisme Mengemuka

6 Februari 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Diduga Ditipu Oknum UPTD LH, Warga Bekasi Selatan Kehilangan Rp5 Juta Demi Janji Jadi PHL

18 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.