LAMPUNG SELATAN, Jelajah.co – Keluhan warga Perumahan Hajimena Garden, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, terkait bau yang diduga berasal dari aktivitas pabrik karpet telur kembali mencuat pada Selasa (28/7/2026) pagi.
Meski sebelumnya pihak perusahaan menyatakan tengah melakukan pembenahan, warga mengaku bau menyengat masih tercium dan dinilai belum ada perubahan yang berarti.
Keluhan tersebut ramai disampaikan warga melalui grup komunikasi Perumahan Hajimena Garden sejak sekitar pukul 07.00 WIB. Dalam percakapan yang diperoleh Jelajah.co, sejumlah warga mengaku bau menyengat kembali tercium pada pagi hari.
Seorang warga menyebut bau yang diduga berasal dari arah pabrik cukup menyengat sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan. Warga lain kemudian mengajak masyarakat bermusyawarah untuk mencari solusi karena khawatir terhadap dampak yang mungkin timbul, terutama mengingat banyak anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut.
Dalam percakapan yang sama, warga lainnya mengaku melihat asap dari arah pabrik mengarah ke kawasan Perumahan Hajimena Garden. Pernyataan tersebut.
Indra, warga yang ditunjuk masyarakat Hajimena Garden sebagai perwakilan untuk menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pembenahan yang sebelumnya dijanjikan perusahaan belum dirasakan masyarakat.
“Kalau memang sedang dilakukan perbaikan, tentu kami berharap hasilnya bisa segera dirasakan. Faktanya, pagi ini warga masih mengeluhkan bau. Kami ingin ada kepastian dan penyelesaian yang nyata,” ujar Indra.
Menurut Indra, warga tidak menginginkan persoalan ini terus berlarut-larut. Mereka berharap perusahaan segera menyelesaikan sumber persoalan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung dengan nyaman.
Sebelumnya, warga telah menyampaikan keluhan kepada manajemen perusahaan pada 25 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan disebut menyatakan akan melakukan pembenahan. Saat dikonfirmasi Jelajah.co, pihak perusahaan juga menyampaikan tengah melakukan perbaikan blower serta memasang peredam.
Namun, hingga berita ini ditulis, warga menilai dampak dari upaya tersebut belum dirasakan karena keluhan bau masih terus muncul.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyebab keluhan yang disampaikan masyarakat serta mendorong penyelesaian yang memberikan kepastian bagi seluruh pihak. (Red)








