BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Kasubdit Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Muhammad Aziz Hakim mendorong dosen pemula membangun budaya menulis sejak awal karier akademik.
Menurutnya, publikasi ilmiah melalui jurnal maupun tulisan di media massa populer menjadi bagian penting dalam membangun reputasi akademik sekaligus menunjukkan kontribusi pemikiran dosen kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Aziz saat menjadi narasumber hari pertama Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang digelar Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UIN Raden Intan Lampung, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang menandai dimulainya PKDP tersebut berlangsung secara daring dan diikuti peserta angkatan pertama yang terbagi dalam dua kelas.
“Harus senang menulis. Menulis di jurnal itu keharusan dosen. Tetapi menulis di media massa populer juga penting untuk membangun reputasi individu secara nasional sekaligus reputasi lembaga,” ujar Aziz.
Ia menjelaskan, publikasi di media massa memiliki jangkauan pembaca lebih luas dibandingkan publikasi akademik. Ruang tersebut dapat dimanfaatkan dosen untuk memperkenalkan kepakaran sekaligus menyampaikan gagasan berdasarkan bidang keilmuan kepada masyarakat dan pemangku kebijakan.
Menurut Aziz, reputasi akademik tidak dibangun secara instan. Konsistensi dalam melakukan riset, menghasilkan publikasi dan menyampaikan gagasan kepada publik menjadi modal penting dalam perjalanan karier seorang dosen.
“Ketika reputasi sudah terbangun, suatu saat menjadi guru besar orang tidak akan heran. Reputasi akademiknya sudah diakui dan sumbangsih pemikirannya diketahui masyarakat,” katanya.
Namun, produktivitas akademik harus berjalan beriringan dengan tertib administrasi. Aziz mengingatkan dosen agar tidak hanya aktif menghasilkan karya, tetapi juga memastikan rekam administrasi karier akademik dikelola dengan baik agar pengembangan jabatan fungsional berjalan sesuai ketentuan.
“Jangan sampai menjadi guru besar, tetapi reputasi akademiknya tidak dikenal. Kita berharap ketika menjadi guru besar, benar-benar menjadi guru besar yang reputasinya diakui,” ujarnya.
Tekankan Integritas Akademik
Selain mendorong produktivitas menulis, Aziz mengingatkan para dosen menjaga integritas dalam seluruh proses penelitian dan publikasi.
Ia meminta dosen menghindari berbagai bentuk pelanggaran akademik, seperti plagiarisme, kepengarangan tidak sah, falsifikasi, hingga fabrikasi data penelitian.
Menurutnya, integritas akademik merupakan fondasi penting dalam membangun reputasi seorang akademisi. Karena itu, dosen diminta memahami dan mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk Permendikbud Nomor 39 Tahun 2021 terkait integritas akademik.
Aziz juga mengingatkan pentingnya penguatan empat kompetensi dasar dosen sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Pada aspek profesional, dosen didorong untuk konsisten mengembangkan kepakaran sesuai bidang ilmu masing-masing melalui riset, publikasi jurnal, maupun tulisan populer.
Ia berharap PKDP tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi menghasilkan karya yang dapat dikembangkan menjadi publikasi ilmiah.
“Harapannya setelah PKDP, setidaknya memiliki satu draf artikel yang siap submit dan dipublikasikan,” katanya.
PKDP Tahun 2026 yang diselenggarakan PTP UIN RIL diikuti 155 dosen yang berasal dari PTKIN, PTKIS, STIAB Jinarakkhita Lampung, dan STT Mawar Saron Lampung.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi dosen pemula sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi proses sertifikasi dosen. (Rls)








