Kota Bekasi, Jelajah.co — Murfati Lidianto, S.E., M.A., Anggota DPRD Kota Bekasi, mengakui bahwa kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan adalah fenomena yang tak terhindarkan, namun menegaskan bahwa kondisi tersebut tetap terkendali berkat pengawasan yang ketat dari Pemerintah Kota Bekasi.
Dalam temu bicara dengan awak media, ia menjelaskan bahwa lonjakan permintaan yang mendorong kenaikan harga terutama berasal dari kebutuhan pangan pokok seperti telur dan daging ayam, yang menjadi primadona saat momen perayaan tiba. Meskipun kenaikan harga sulit dihindari, terutama menjelang bulan puasa dan hari raya, upaya antisipatif pemerintah terus dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tidak memberatkan kantong masyarakat.
Tak hanya fokus pada isu pangan, Murfati juga mengangkat perhatian terhadap situasi banjir yang melanda wilayah Bekasi Raya. Kabar baiknya, koordinasi antarwilayah berjalan lancar dan sinergis salah satu buktinya adalah peminjaman alat berat milik Pemkot Bekasi untuk mendukung penanggulangan banjir di Kabupaten Bekasi.
Selain kerja sama lintas daerah, upaya normalisasi sungai juga telah memberikan dampak positif. Pelebaran dan pendalaman aliran kali di kawasan Medan Satria membuat aliran air semakin lancar, meskipun data teknis rinci masih dikelola oleh komisi terkait. Tak berhenti di situ, langkah preventif berbasis lingkungan seperti pembangunan sumur resapan biopori juga digalakkan, khususnya di kawasan Harapan Indah. Menurut perkiraannya, diperlukan sekitar 100 titik biopori untuk meningkatkan kemampuan resapan air dan meminimalkan risiko genangan.
Pada akhir pernyataannya, Murfati mengucapkan apresiasi yang mendalam atas respons cepat pemerintah daerah dalam menangani banjir dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ia berharap kerja sama lintas wilayah tidak hanya terbatas pada Kabupaten dan Kota Bekasi, melainkan juga diperkuat dengan Jakarta dan Bogor untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Bekasi Raya.








