• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Rabu, 4 Februari 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Nusantara Lampung

Ketua GEPAK Klarifikasi Kronologi Penangkapan, Bantah Terima Uang Damai

Redaksi by Redaksi
22 September 2025
in Lampung, Pemerintahan
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Bandarlampung, Jelajah.co – Ketua Umum Gerakan Pembangunan Anti Korupsi (GEPAK), Wahyudi, memberikan klarifikasi terkait penangkapan dirinya bersama rekannya oleh pihak kepolisian. Ia membantah keras pemberitaan yang menyebut dirinya menerima uang damai, sekaligus berharap penjelasannya dapat meluruskan informasi yang terlanjur viral.

Bertempat di ruang Jatanras Polda Lampung, Senin (22/09/2025), Wahyudi menjelaskan bahwa pertemuan awal dengan pihak RSUDAM terjadi pada Jumat (19/09/25) di Mall Boemi Kedaton (MBK) sekitar pukul 18.00 WIB.

“Pertemuan itu atas permintaan Kabag Umum RSUDAM, Sabaria Hasan. Tujuannya membicarakan rencana aksi demonstrasi terkait kasus RSUDAM,” ujar Wahyudi.

BACA JUGA

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026

Triga Lampung Kembali Turun ke Jakarta, Bidik SGC

1 Februari 2026

Menurutnya, aksi demo yang sedianya digelar pada Senin (22/09/2025) sudah dibatalkan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Polresta Bandarlampung. “Kami sudah sampaikan bahwa demo kami tunda, bahkan sudah selesai dibahas di Polresta,” tambahnya.

Kronologi Penangkapan

Wahyudi melanjutkan, dalam pertemuan itu pihak RSUDAM melalui Sabaria Hasan menawarkan sejumlah uang maupun proyek sebagai bentuk “uang perdamaian”. Namun, ia mengaku menolak tawaran tersebut.

“Prinsipnya saya hanya ingin bertemu langsung dengan Dirut RSUD agar komunikasi berjalan dengan baik,” tegasnya.

Setelah pertemuan pertama, Sabaria kembali menghubungi dan meminta pertemuan lanjutan. Wahyudi lalu mengutus rekannya, Fadly, untuk hadir mewakili. Dalam pertemuan tersebut, pihak RSUDAM kembali menawarkan uang atau proyek, yang kemudian disetujui oleh Fadly.

Pada Sabtu (20/09/25), Wahyudi dan Fadly kembali bertemu Sabaria Hasan bersama seorang pria bernama Yuda. Ia menyebut, pertemuan itu hanya berisi obrolan biasa tanpa membicarakan uang maupun proyek.

Namun, usai pertemuan, Yuda mengikuti mereka hingga mobil dan meletakkan sebuah kantong plastik hitam. Tidak lama berselang, penangkapan dilakukan.

“Sampai di daerah Sukabumi, saat kami berhenti, tim dari Polda Lampung langsung membawa saya dan rekan,” jelas Wahyudi.

Minta Polisi Periksa Semua Pihak

Wahyudi membantah tudingan pemerasan terhadap Kadis BPBD Lampung. Ia mengimbau jurnalis agar lebih teliti dalam menulis berita dengan tetap mengedepankan konfirmasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Ia juga meminta pihak kepolisian memeriksa semua pihak yang terlibat, termasuk pemberi uang dalam operasi jebakan. “Saya melihat ada indikasi bahwa saya memang diincar sebagai atensi,” pungkasnya. (Mel)

Previous Post

KPAI Desak Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis akibat Kasus Keracunan, Usulkan Penghentian Sementara

Next Post

Ribuan Buruh Kepung DPR, Tuntut Kenaikan UMP dan Hapus Sistem Outsourcing

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026

Serukan Penolakan BUP Luar, Warga Adat Kalahien Gelar Aksi di Jembatan Barito: “Kami Siap Melawan”

19 Januari 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Hampir Setahun Memimpin, Aktivis Nilai Kinerja Bupati Lampung Utara Jauh dari Janji Kampanye

12 Januari 2026

Bersinergi dengan Honda, Karang Taruna Way Urang Gelar Servis Motor Gratis

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.