Lampung Selatan, Jelajah.co – Hujan berintensitas lebat yang mengguyur Kabupaten Lampung Selatan sejak Senin pagi (08/12) memicu lonjakan curah hujan hingga mencapai 97,4 mm pada pukul 05.14 WIB. Kondisi ini menyebabkan naiknya debit air permukaan dan meningkatnya kejenuhan tanah di sejumlah wilayah.
BMKG menetapkan status siaga untuk Lampung Selatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir dan gangguan hidrometeorologi lainnya apabila hujan masih berlanjut. Sejumlah kecamatan diminta meningkatkan kewaspadaan, di antaranya Kalianda, Rajabasa, Penengahan, Ketapang, Bakauheni, termasuk kawasan pesisir serta dataran rendah di sekitarnya.
BMKG mengingatkan, intensitas hujan yang tinggi ini berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir di permukiman dan jalan utama, peningkatan debit sungai, luapan drainase, hingga gangguan akses transportasi terutama di daerah pesisir. Risiko longsor juga meningkat di wilayah perbukitan akibat kondisi tanah yang mulai jenuh air.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, mengamankan dokumen penting dan barang berharga, menghindari jalan tergenang atau aliran air deras, serta menyiapkan rencana evakuasi dini bagi warga di wilayah rawan banjir. BMKG dan BPBD meminta warga terus memantau informasi resmi terkait perkembangan cuaca.
Dengan status siaga ini, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat berlangsung. (Red)







