Bandar Lampung, Jelajah.co – DPD Asosiasi Pengusaha Konstruksi Nasional (Aspeknas) Lampung menggelar halal bihalal di kawasan Rawa Laut, Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Kamis, 9 April 2025. Acara berlangsung dalam suasana akrab dan dihadiri berbagai tokoh penting dari unsur legislatif, eksekutif, serta pelaku industri konstruksi.
Pelaksana tugas Ketua DPD Aspeknas Lampung, Ronal Ramdan, menegaskan pentingnya regenerasi dan penguatan peran pengusaha muda dalam menghadapi dinamika industri konstruksi. Ia menyebut Aspeknas harus menjadi rumah besar yang inklusif dan kolaboratif bagi semua generasi pelaku usaha konstruksi.
“Dengan semangat kebersamaan, mari kita bangun sinergi untuk kemajuan Aspeknas, daerah, dan bangsa,” kata Ronal.
Dewan Pembina Aspeknas Lampung, Aprozi Alam, yang juga anggota DPR RI Komisi VIII, mengungkapkan saat ini Aspeknas tengah menjalani restrukturisasi secara nasional, termasuk penyesuaian AD/ART. Untuk itu, seluruh kepengurusan dijalankan oleh pelaksana tugas.
Selain itu, Aprozi menyoroti tantangan besar di sektor konstruksi, terutama akibat pemangkasan anggaran infrastruktur pemerintah pusat. Ia menyebut, anggaran Kementerian PUPR yang semula Rp121 triliun kini hanya tersisa Rp69 triliun, sementara kebutuhan tetap tersebar di 585 kabupaten dan 36 provinsi.
“Ini tantangan besar bagi para kontraktor untuk mengakses proyek APBN,” ujarnya.
Di tingkat daerah, Aprozi menyebut Provinsi Lampung tengah menghadapi tekanan fiskal serius. Ia mengungkapkan defisit anggaran mencapai Rp1,7 triliun dan utang kepada pihak ketiga, terutama kontraktor, mendekati Rp400 miliar.
“Dari total utang Rp604 miliar, baru dibayar Rp175 miliar. Ini penting diketahui agar rekan-rekan kontraktor memahami situasi keuangan daerah,” tegasnya.
Acara turut dihadiri Aprozi Alam, Budhi Darmawan (Kadis PSDA Lampung), Aswarodi (Kadis Sosial Lampung), Perwakilan Perkim dan Bina Marga, serta anggota DPRD Bandar Lampung seperti Yuhadi, Rama Apriditya, dan Angga Wijaya. Hadir pula Ketua Gapeksindo Lampung Donny Barata, Ketua KNPI Iqbal Ardiansyah, sejumlah tokoh pemuda, serta kolega dan mitra dari dunia konstruksi.
Momentum halal bihalal ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antar anggota dan memperkuat konsolidasi menghadapi tantangan sektor konstruksi ke depan. (Red/*)








