• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Minggu, 22 Maret 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Pancasila: Hidup di Spanduk, Mati di Kebijakan

Redaksi by Redaksi
1 Juni 2025
in Sudut Pandang
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: A. Zahriansyah

Pancasila, yang katanya dasar negara dan panduan hidup berbangsa, kini lebih sering muncul dalam pidato seremoni dan spanduk upacara ketimbang dalam tindakan nyata para pejabat. Lebih ironis lagi, ia hadir di permukaan saat ada anggaran, dan menghilang saat rakyat menagih keadilan.

Hari ini, kita dipertontonkan bagaimana DPRD dan para pemegang kuasa anggaran merampok uang negara dengan alasan pembangunan. Padahal, yang dibangun hanya ilusi, sedangkan yang dihancurkan adalah kepercayaan publik. Mereka bicara Pancasila, tetapi yang mereka agungkan hanyalah proyek, markup, dan permainan tender. Pancasila hanya “diperingati” satu hari dalam setahun, lalu dilupakan 364 hari lainnya.

BACA JUGA

Oplus_16908288

Ancaman Kemarau 2026: Ketika Alam Memberi Peringatan, Bukan Sekadar Cuaca

19 Maret 2026

62 Tahun Provinsi Lampung Menuju Indonesia Emas

15 Maret 2026

Di sekolah-sekolah, Pancasila tidak lagi digaungkan sebagai nilai hidup. Ia tergantikan oleh hafalan kosong, upacara rutin, tanpa pemaknaan yang membumi. Padahal, generasi muda berhak belajar tentang keadilan, gotong royong, dan keberpihakan pada kebenaran. Tapi bagaimana mungkin nilai itu bisa tumbuh jika para pengambil kebijakan sendiri justru mengkhianatinya?

Lebih parah, otonomi daerah yang seharusnya membawa keadilan dan pelayanan lebih baik, malah menjadi ruang subur untuk korupsi berjemaah. Etos kerja di banyak pemerintah daerah jauh dari semangat pengabdian. Yang ada hanyalah kepentingan kelompok, kelindan nepotisme, dan pengkhianatan terhadap sumpah jabatan.

Pancasila bukan sekadar lima sila di dinding kantor pemerintahan. Ia seharusnya hidup di dada dan jiwa para pemangku kepentingan. Tapi hari ini, yang kita lihat adalah porak-porandanya nilai keadilan, matinya musyawarah yang jujur, dan kemanusiaan yang dikhianati oleh pejabat sendiri.

Kini, rakyat harus bersuara. Media harus kritis. LSM dan gerakan sipil harus bangkit. Pancasila harus direbut kembali dari tangan-tangan kotor yang merampasnya dengan APBD. Jika tidak, yang tersisa hanyalah simbol kosong dan kita akan terus dikhianati atas nama ideologi yang seharusnya suci.

Previous Post

Disdik Mesuji Klaim Volume Proyek Revitalisasi Sudah Diperbaiki, Pola Penawaran Tunggal Picu Kecurigaan

Next Post

Lomba Kicau Mania Perdana di Mapolres Pringsewu Hadiah Utama Sepeda Motor

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Berkah Ramadan, HKSL Lampung Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Santunan dan Buka Puasa Bersama

8 Maret 2026

ALAK Soroti Dugaan Manipulasi Anggaran dan Mark Up Pengadaan di Puskesmas Pringsewu

6 Maret 2026

Mengenal Fathan Subchi, Dari Anggota DPR RI Hingga BPK RI

24 Februari 2025

Lebaran: Antara Iklan Sirup dan Realita yang ‘Pixelated’

13 Maret 2026

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

Parkiran Apartemen Tokyo PIK 2 Terendam Banjir, Klaim ‘Anti Banjir’ Jebol Bikin Saham PANI Anjlok Hampir 6 Persen

13 Januari 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.