KALTENG, Jelajah.co — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan akses jalan di Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan.
Salah satu ruas yang dikerjakan yakni jalan yang menghubungkan Kereng Pakahi–Kampung Melayu–Desa Telaga. Pembangunan ruas tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan total anggaran tahun 2026 mencapai Rp15 miliar.
Juni Gultom mengatakan pekerjaan pembangunan akses jalan tersebut dibagi menjadi dua tahap pada tahun anggaran ini. Tahap pertama dengan alokasi Rp8 miliar telah berjalan dan ruas yang telah dikerjakan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Pekerjaan kita lakukan dalam dua tahap tahun ini dengan total anggaran Rp15 miliar. Untuk tahap pertama, anggaran sebesar Rp8 miliar sudah berjalan dan aksesnya sudah dapat digunakan masyarakat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelas Juni, Jumat (2/10/2026).
Selanjutnya, kata dia, anggaran sebesar Rp7 miliar dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan akses menuju Desa Telaga dan kemudian ke arah Kampung Melayu.
“Selanjutnya, anggaran Rp7 miliar akan digunakan untuk meneruskan pekerjaan jalan menuju Desa Telaga, kemudian dilanjutkan ke arah Kampung Melayu. Kita berharap pembangunan ini dapat membuka akses yang semakin baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Juni, pembangunan ruas jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keterhubungan antarkawasan di Kecamatan Mendawai.
Akses jalan yang memadai dinilai penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pengangkutan hasil usaha, serta mempermudah warga menuju pusat pelayanan dan wilayah sekitarnya.
Pembangunan secara bertahap diharapkan dapat membuka akses yang sebelumnya terbatas sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Mendawai.
Juni menambahkan, pemerintah juga menyiapkan rencana lanjutan pembangunan infrastruktur pada 2027, khususnya untuk mendukung konektivitas melalui pembangunan jembatan dan pengerasan jalan.
“Tahun 2027 kita anggarkan lagi untuk infrastruktur jembatan dan pengerasan jalan agar aktivitas masyarakat berjalan lancar, tidak ada hambatan,” pungkas Juni.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat dilaksanakan sesuai rencana dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan pemanfaatan anggaran sehingga infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Katingan. (Rachmi)








