BANDAR LAMPUNG Jelajah.co – Usulan pembukaan Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mendapat dukungan positif dari Senat UIN RIL.
Dukungan tersebut mengemuka dalam rapat pembahasan usulan pembukaan Prodi DKV yang melibatkan pimpinan universitas, Senat, serta jajaran akademik FDIK.
Ketua Senat UIN RIL Prof. Dr. H. Idham Kholid, M.Ag. mengatakan, keberadaan DKV memiliki relevansi kuat dengan bidang komunikasi sehingga layak dikembangkan di lingkungan FDIK.
Menurutnya, Prodi DKV UIN RIL harus memiliki karakter yang membedakannya dari program studi sejenis di perguruan tinggi lain.
“Yang perlu dibangun bukan sekadar kemampuan teknologi visual, tetapi juga kemampuan menyampaikan pesan dan dakwah melalui media visual berbasis nilai-nilai Islam,” ujar Idham.
Ia menilai integrasi teknologi visual, desain, komunikasi, dan nilai-nilai keislaman dapat menjadi kekuatan utama DKV UIN RIL.
Karena itu, kompetensi dosen di bidang komunikasi, khususnya komunikasi Islam, perlu diperkuat agar karakter keilmuan program studi tidak berhenti pada kemampuan teknis desain.
Harus Punya Distingsi yang Jelas
Guru Besar UIN RIL Prof. Dr. H. Agus Pahrudin, M.Pd. menekankan pentingnya memperkuat proposal akademik dan kurikulum sebelum usulan tersebut diajukan.
Menurutnya, proposal harus mampu menunjukkan kebutuhan nyata terhadap lulusan DKV, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional.
Kebutuhan tersebut, kata dia, dapat diperkuat dengan data mengenai potensi calon mahasiswa, termasuk lulusan SMA, MA, dan SMK jurusan DKV di Lampung serta wilayah Sumatera bagian Selatan.
Ia juga meminta kurikulum DKV memiliki distingsi yang jelas dibandingkan program studi sejenis dengan mengedepankan pendekatan Outcome Based Education (OBE).
Integrasi ilmu komunikasi, teknologi visual, dan nilai-nilai komunikasi Islam juga perlu diterjemahkan secara konkret dalam kurikulum, termasuk melalui nilai qaulan ma’rufa, qaulan sadida, qaulan baligha, dan qaulan layyina.
Dekan FDIK UIN RIL Prof. Dr. Faizal, M.Ag. mengatakan, kesiapan dosen dengan kompetensi dan linearitas yang sesuai menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan Prodi DKV.
Ia menilai perpaduan kompetensi komunikasi dan kemampuan industri kreatif akan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing lulusan.
Sementara itu, Sekretaris Senat UIN RIL Prof. Dr. H. Bahruddin, M.Ag. menyampaikan rekomendasi Senat untuk pembukaan Prodi DKV akan segera diterbitkan dari sisi administratif.
Ia juga mendorong penguatan sarana dan prasarana, terutama laboratorium yang mendukung pembelajaran komunikasi visual dan penyiaran digital.
Usung Konsep LENTERA
Ketua Tim Perumus Pembukaan Prodi DKV, Dr. H. Khairullah, M.A., menjelaskan DKV UIN RIL dirancang dengan pendekatan yang mengintegrasikan teknologi kreatif digital, komunikasi, nilai-nilai Islam, serta budaya Nusantara.
Menurutnya, pembukaan program studi tersebut merupakan respons terhadap perkembangan industri kreatif digital sekaligus meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia di bidang desain komunikasi visual.
“Prodi DKV UIN RIL dirancang sebagai program studi yang mengintegrasikan teknologi kreatif digital dengan nilai-nilai Islam dan budaya Nusantara,” jelas Khairullah.
Ia mengatakan transformasi digital, perkembangan ekonomi kreatif, pemasaran digital, industri pariwisata, hingga era Society 5.0 telah menciptakan kebutuhan terhadap talenta yang tidak hanya menguasai desain visual.
Lulusan juga dituntut memahami komunikasi, budaya, etika, serta nilai keislaman dalam proses kreatif dan produksi media.
Khairullah menegaskan DKV UIN RIL akan memiliki distingsi melalui pendekatan integratif yang memadukan desain visual, teknologi digital, komunikasi, dakwah, kearifan lokal, dan budaya Nusantara.
Konsep tersebut dirumuskan melalui filosofi LENTERA, yakni Lokalitas, Estetis, Religiusitas, dan Tradisi, sebagai fondasi pengembangan keilmuan.
Pendekatan tersebut diharapkan melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif, namun tetap memiliki tanggung jawab sosial dan moral.
Anggota Senat UIN RIL Prof. Dr. H. Arsyad Sobry Kesuma, M.A. menegaskan, integrasi ilmu dan Islam tidak boleh berhenti sebagai slogan.
“Keberhasilannya harus diwujudkan secara nyata dalam kurikulum, kompetensi dosen, serta praktik pembelajaran sehari-hari,” katanya.
Ia menilai Prodi DKV memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di UIN RIL dengan catatan berbagai masukan terkait kualitas proposal, kompetensi dosen, serta penguatan identitas keilmuan segera ditindaklanjuti.
Sebagai tindak lanjut, FDIK akan menyempurnakan proposal berdasarkan masukan Senat sebelum dokumen diunggah melalui sistem SIAGA yang dijadwalkan mulai 1 Juli 2026.
Pembahasan tersebut turut dihadiri Sekretaris Tim Perumus Muhamad Bisri Mustofa, M.Kom.I., Ketua Gugus Penjaminan Mutu FDIK Umi Rojiati, M.Kom.I., dosen Prodi DKV Tanzila Vibia Mumtaza, S.Ds., M.Ds., serta jajaran pimpinan dan anggota Senat UIN RIL. (*)








