PESAWARAN, Jelajah.co – Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Region 5 Bandar Lampung terus memperkuat pemberdayaan ekonomi umat berbasis agribisnis melalui penyaluran zakat pertanian dan pelatihan peningkatan keterampilan bagi Mustahik Income Generating Program (MIGP) Sentra Pesawaran.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Margomulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, pada 16 April 2026 itu dihadiri Badan Pelaksana YBM BRILiaN Region 5 Bandar Lampung Amir Mudaris, Kepala Desa Margomulyo, serta puluhan anggota kelompok tani binaan.
Kelompok tani yang terlibat di antaranya Kelompok Agro Makmur Desa Margomulyo, Kelompok Jaya Tani Desa Kresno Widodo, serta kelompok tani hortikultura Desa Gedung Gumanti.
Dalam kegiatan tersebut, YBM BRILiaN menyalurkan zakat pertanian berupa bantuan beras senilai Rp11.550.000 kepada 86 penerima manfaat.
Rinciannya, sebanyak 28 penerima berasal dari Kelompok Agro Makmur Desa Margomulyo, 20 penerima dari Kelompok Jaya Tani Desa Kresno Widodo, dan 38 penerima dari Kelompok Tani Maju Desa Gedung Gumanti.
Masing-masing penerima memperoleh paket beras premium seberat 10 kilogram yang bersumber dari zakat hasil panen kelompok binaan yang telah mencapai nisab.
Amir Mudaris mengatakan program tersebut menjadi bentuk edukasi kepada para petani mengenai pentingnya menunaikan zakat dari hasil pertanian.
“Penyaluran ini berasal dari zakat hasil pertanian kelompok binaan YBM BRILiaN. Kami ingin menunjukkan bahwa ketika hasil budidaya telah mencapai batas wajib zakat, di sana ada keberkahan yang harus dibagikan. Semoga ini memicu semangat para petani untuk menjadi petani yang sadar zakat agar usahanya semakin barokah,” ujarnya.
Selain penyaluran zakat, kegiatan juga diisi pembinaan spiritual dan pelatihan teknis pertanian guna meningkatkan kapasitas para petani binaan.
Pada sesi teknis, peserta mendapatkan materi dari Muhamad Soleh, S.P., M.P dari Dinas Pertanian Pesawaran terkait pembenahan kualitas tanah dan efektivitas penggunaan pupuk organik untuk pertanian berkelanjutan.
Sementara itu, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Handrianto, S.P., memberikan edukasi mengenai strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) guna meminimalisasi risiko gagal panen.
Program tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Salah satu penerima manfaat, Erni, mengaku terbantu dengan adanya program zakat dan pelatihan tersebut.
“Terima kasih atas bantuannya, Pak. Program ini sangat membantu kami, semoga rezeki para donatur semakin barokah,” katanya.
Melalui program MIGP, YBM BRILiaN berharap para petani binaan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong lahirnya petani mandiri dan sadar zakat demi memperkuat ekonomi masyarakat desa.








