• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Sabtu, 20 Juni 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Andan Jejama: Spirit Kepemudaan dalam Membangun Pesawaran

Redaksi by Redaksi
19 Juni 2026
in Sudut Pandang
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: A Zahriansyah (Calon Ketua KNPI Kabupaten Pesawaran)

Setiap daerah memiliki ruh yang menjadi penuntun arah pembangunannya, dan bagi Kabupaten Pesawaran, ruh itu terangkum dalam dua kata sederhana namun sarat makna: Andan Jejama. “Andan” berarti memelihara atau menjaga dengan baik, sementara “Jejama” berarti bersama-sama. Bila digabungkan, semboyan ini menegaskan satu komitmen besar, yaitu menjaga dan memelihara daerah ini secara bergotong royong, tanpa terkecuali, tanpa berjalan sendiri-sendiri.

Semboyan ini bukan sekadar jargon yang tertulis di lambang daerah. Ia adalah falsafah hidup yang seharusnya hadir dalam setiap lini masyarakat Pesawaran, termasuk yang paling penting dalam denyut kepemudaan daerah ini.

BACA JUGA

Oplus_16908288

Di Antara Teriakan Demo dan Piring Anak Sekolah

17 Juni 2026
Cut habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

KETIKA NASI ANAK-ANAK MENJADI BANCAKAN

4 Juni 2026

Pemuda sebagai Penjaga Andan Jejama

Pemuda selalu menjadi simbol harapan bagi kemajuan sebuah daerah. Energi, idealisme, dan keberanian mereka untuk berinovasi adalah modal yang tidak tergantikan. Namun energi tanpa arah hanya akan menjadi semangat yang padam di tengah jalan. Di sinilah nilai Andan Jejama menemukan relevansinya bagi generasi muda Pesawaran: pemuda dituntut tidak hanya bersemangat, tetapi juga konsisten menjaga apa yang telah dibangun bersama, dan tidak berjalan secara individual dalam memperjuangkan kemajuan daerah.

Menjaga di sini punya makna luas. Pemuda Pesawaran dapat menjaga kelestarian alam yang menjadi anugerah daerah ini, mulai dari pesona Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, hingga Pantai Mutun yang menjadi sumber kebanggaan dan penghidupan masyarakat. Pemuda juga dapat menjaga nilai-nilai adat dan budaya Lampung yang menjadi identitas daerah, agar tidak tergerus oleh derasnya arus modernisasi. Lebih jauh, pemuda dapat menjaga persatuan di tengah keberagaman etnis dan latar belakang masyarakat Pesawaran, sebuah modal sosial yang justru menjadi kekuatan, bukan kelemahan.

Sementara “bersama-sama” mengingatkan bahwa tidak ada kemajuan yang lahir dari kerja sendirian. Organisasi kepemudaan, karang taruna, komunitas-komunitas kreatif, hingga forum-forum pemuda lintas kecamatan di Pesawaran perlu terus didorong untuk bersinergi, bukan berkompetisi secara sempit. Ego sektoral antar kelompok pemuda hanya akan melahirkan energi yang terpecah, sementara tantangan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi yang solid.

Dukungan Pemuda terhadap Pemerintah Daerah

Bagian penting lain dari spirit Andan Jejama adalah relasi antara masyarakat, termasuk pemuda, dengan pemerintah daerah.

Semboyan ini pada dasarnya juga mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan rakyat untuk saling menjaga. Artinya, pembangunan Pesawaran bukan tugas pemerintah semata, dan bukan pula tugas masyarakat semata. Ia adalah tugas kolektif yang menuntut sinergi dua arah.

Dukungan pemuda terhadap pemerintah Kabupaten Pesawaran bukan berarti dukungan tanpa kritik. Justru sebaliknya, dukungan yang sehat lahir dari keterlibatan aktif: ikut mengawasi jalannya program pembangunan, memberi masukan yang konstruktif, serta menjadi mitra dalam menyukseskan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pemuda yang mendukung pemerintah daerah adalah pemuda yang sadar bahwa kemajuan Pesawaran baik di sektor pertanian, kelautan, pariwisata, maupun pelayanan publik hanya bisa terwujud bila ada kepercayaan dan kerja sama yang terjaga antara rakyat dan pemerintahnya.

Dalam konteks ini, organisasi kepemudaan dapat mengambil peran sebagai jembatan aspirasi. Pemuda yang dekat dengan masyarakat di tingkat desa dan kecamatan memiliki posisi strategis untuk menyampaikan kebutuhan riil masyarakat kepada pemerintah daerah, sekaligus membantu mensosialisasikan program-program pembangunan agar lebih dipahami dan diterima oleh masyarakat luas.

Sebuah Harapan Untuk Pesawaran

Andan Jejama seharusnya tidak berhenti sebagai tulisan di lambang daerah atau slogan dalam acara-acara seremonial. Ia perlu diterjemahkan menjadi sikap hidup, terutama oleh generasi muda Pesawaran yang akan mewarisi dan melanjutkan estafet pembangunan daerah ini.

Menjaga dengan baik, dan melakukannya secara bersama-sama termasuk bersama pemerintah daerah adalah jalan paling realistis bagi Pesawaran untuk tumbuh menjadi kabupaten yang maju, harmonis, dan bermartabat.

Pemuda Pesawaran hari ini punya pilihan: menjadi penonton di pinggir arus pembangunan, atau menjadi bagian dari arus itu sendiri, menjaga dan membangun daerah secara jejama, bersama-sama. Pilihan itulah yang akan menentukan wajah Pesawaran di masa depan.

Previous Post

Kades Sarimukti Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Penggelapan Dana Transaksi Tanah Capai Miliaran Rupiah

Next Post

Babak Baru Kasus Honorer Fiktif Metro, Sekda Lampung Tengah Jadi Tersangka

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

DPP GASAK Desak Kejati dan BPK Audit Pengadaan Dinas Kominfo Pesisir Barat

16 Juni 2026

PS 98 Provinsi Lampung Dukung Ade Jona Menjadi Ketua Umum HIPMI 2026–2029

5 Juni 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

AWPI Kabupaten Malang Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Iduladha 1447 H

27 Mei 2026

Genangan Air Akibat Kolam Ikan, Warga Kenangan Jaya 3 Desak Satpol PP Tanjungpinang Bertindak

17 Juni 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.