• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy
Kamis, 18 Juni 2026
Kirimi Artikel Yukk  
www.jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
No Result
View All Result
Jelajah.co
No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
  • Sudut Pandang
  • E-Paper
Home Sudut Pandang

Di Antara Teriakan Demo dan Piring Anak Sekolah

Redaksi by Redaksi
17 Juni 2026
in Sudut Pandang
A A
Oplus_16908288

Oplus_16908288

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Cut Habibi (Pemred Jelajah.co)

Bundaran HI, Jakarta, suara orasi mahasiswa siang itu bergulung seperti ombak yang tak henti-henti. Spanduk terbentang, pengeras suara memecah udara, dan jalan protokol berubah menjadi panggung protes yang penuh tensi.

Namun di sela keramaian itu, ada satu sudut kecil yang nyaris luput dari sorotan sekelompok anak sekolah berdiri di tepi kerumunan. Mereka tidak membawa spanduk, tidak berorasi, hanya menatap keramaian dengan rasa ingin tahu yang polos.

BACA JUGA

Cut habibi (Sekretaris DPD AWPI Provinsi Lampung)

KETIKA NASI ANAK-ANAK MENJADI BANCAKAN

4 Juni 2026
A. Zahriansyah A.MA

Pancasila Menghidupkan Pemuda

1 Juni 2026

Seorang streamer Indonesia, Bigmo, yang tengah melakukan siaran langsung di lokasi, mendekat ke arah mereka.

“Pada ngapain nih di sini?” tanyanya ringan.

“Lihat-lihat aja,” jawab salah satu anak sambil tersenyum kecil.

Tak ada jarak yang terasa kaku. Di tengah riuh kota yang sedang memanas, percakapan itu justru terdengar sederhana hampir seperti obrolan di pinggir jalan sepulang sekolah.

Namun kesederhanaan itu berubah makna ketika Bigmo bertanya soal program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang hari itu juga menjadi salah satu isu dalam aksi mahasiswa.

“Mudah-mudahan MBG nggak dihapus ya bang,” ucap salah satu anak pelan, nyaris seperti doa yang tidak ingin hilang di tengah kebisingan jalan raya.

Mereka mengaku sebagai penerima manfaat program tersebut di sekolah. Bagi mereka, MBG bukan sekadar istilah kebijakan, melainkan sesuatu yang nyata yang hadir di piring makan siang mereka, yang mungkin menjadi satu-satunya asupan bergizi di hari itu.

Beberapa waktu kemudian, Bigmo kembali berjalan ke arah barisan massa aksi mahasiswa. Suasana berubah. Suara orasi kembali mendominasi udara.
Ketika ditanya soal tuntutan, seorang mahasiswi menjawab dengan tegas tanpa ragu.

“Hapus MBG.”

Kalimat itu singkat, tapi tegas. Seperti titik akhir dari sebuah keyakinan.

Bigmo lalu menoleh ke arah anak-anak yang masih berdiri tidak jauh dari lokasi. Ia menyampaikan bahwa di sana ada anak-anak sekolah yang justru berharap program itu tetap berjalan.

Sejenak, ruang itu seperti kehilangan suaranya sendiri seperti sesuatu yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan.

Di Antara Dua Dunia yang Tidak Saling Menatap Lama

Peristiwa itu mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun ia meninggalkan jejak yang lebih panjang di kepala siapa pun yang melihatnya.

Di satu sisi jalan, ada suara mahasiswa yang memandang kebijakan dari kaca mata besar negara: anggaran, prioritas, dan arah pembangunan. Di sisi lain, ada anak-anak yang memandangnya dari jarak paling dekat dari isi kotak makan siang mereka.

Dan di Bundaran HI hari itu, dua dunia itu sempat bertemu. Bukan dalam debat panjang. Bukan dalam ruang diskusi resmi.
Hanya dalam sebuah jeda singkat, ketika pertanyaan sederhana tentang “makan siang di sekolah” berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit dari sekadar pro dan kontra.

Mungkin di situlah letak getirnya kebijakan: ia bisa diperdebatkan di jalanan, tetapi juga langsung dirasakan di meja makan anak-anak yang bahkan belum memahami apa itu kebijakan.

Dan di antara teriakan dan harapan itu, tidak semua jawaban harus lahir hari itu juga.

Previous Post

DPP GASAK Desak Kejati dan BPK Audit Pengadaan Dinas Kominfo Pesisir Barat

Next Post

Kolaborasi Jasa Raharja-Kemenaker Dorong Keselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas

Redaksi

Redaksi

Redaksi www.jelajah.co

BERITA POPULER

Dinda Ghania Selebritas Cantik Putri Senator Senior Punya Segudang Prestasi

30 November 2025

DPP GASAK Desak Kejati dan BPK Audit Pengadaan Dinas Kominfo Pesisir Barat

16 Juni 2026

PS 98 Provinsi Lampung Dukung Ade Jona Menjadi Ketua Umum HIPMI 2026–2029

5 Juni 2026

AWPI Kabupaten Malang Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Iduladha 1447 H

27 Mei 2026

‎Lebih dari 980 Eks Karyawan KB Bank Protes Hak PHK yang Belum Tuntas ‎ ‎

24 Desember 2025

Genangan Air Akibat Kolam Ikan, Warga Kenangan Jaya 3 Desak Satpol PP Tanjungpinang Bertindak

17 Juni 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Hak Cipta
  • Privacy Policy

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Nusantara
    • Aceh
    • Babel
    • Bali
    • Banten
    • Bengkulu
    • Gorontalo
    • Jabar
    • Jakarta
    • Jambi
    • Jateng
    • Jatim
    • Kalbar
    • Kalsel
    • Kaltara
    • Kalteng
    • Kaltim
    • Kepri
    • Lampung
    • Maluku
    • Malut
    • NTB
    • NTT
    • Papua
    • Riau
    • Sulbar
    • Sulsel
    • Sulteng
    • Sultra
    • Sulut
    • Sumbar
    • Sumsel
    • Sumut
    • Yogyakarta
  • Sudut Pandang
  • E-Paper

© 2024 JELAJAH.CO - All Rights Reserved.