PALANGKA RAYA, Jelajah.co – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah dari Fraksi Partai Golkar, Purdiono, SE, mendorong pemerintah daerah mempercepat program hilirisasi sumber daya alam (SDA) sebagai upaya memperkuat perekonomian dan meningkatkan nilai tambah komoditas yang dihasilkan di Kalimantan Tengah.
Menurut Purdiono, Kalimantan Tengah tidak seharusnya terus bergantung pada pendapatan dari penjualan komoditas dalam bentuk bahan mentah karena kondisi tersebut membuat kemampuan fiskal daerah rentan terhadap fluktuasi harga di pasar global.
“Hilirisasi menjadi langkah strategis agar sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Tengah memberikan nilai tambah lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” ujar Purdiono, Rabu (29/7/2026).
Ia menilai pemerintah daerah perlu mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam daerah sehingga komoditas unggulan tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Menurut legislator dari daerah pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Murung Raya itu, pengembangan industri hilir akan memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Kalimantan Tengah.
Selain itu, kata Purdiono, hilirisasi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja baru, menarik investasi, serta menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di berbagai sektor.
Ia berharap pemerintah daerah terus memperkuat kebijakan pembangunan industri berbasis sumber daya alam agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan menjadi fondasi ketahanan ekonomi daerah dalam jangka panjang. (Abeh)








